Buruh Perempuan Asal Cimahi Riska Prianti Raup Cuan hingga Puluhan Juta dari Budidaya Burung Puyuh
Berbekal tayangan media sosial, Riska Prianti (30) warga Kampung Tangkil RT 03/RW 07, Kelurahan Cigugur Tengah yang notabene buruh perempuan asal Cimahi berhasil meraup cuan hingga puluhan juta dari budidaya burung puyuh yang digelutinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Berbekal tayangan media sosial, Riska Prianti (30) warga Kampung Tangkil RT 03/RW 07, Kelurahan Cigugur Tengah yang notabene buruh perempuan asal Cimahi berhasil meraup cuan hingga puluhan juta dari budidaya burung puyuh yang digelutinya.
Usaha budidaya burung puyuh itu mulai ditekuni Riska Prianti sejak 2021 silam seiring dengan kondisi perusahaan tempat buruh perempuan asal Cimahi itu bekerja mulai oleng lantaran terdampak pandemi Covid-19.
Melihat kondisi tersebut, Riska Prianti harus memutar otak agar tetap bisa bertahan dan mendapatkan penghasilan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari selain menjadi buruh perempuan asal Cimahi.
Di tengah pencariannya mencari jalan keluar, Riska pun tak sengaja melihat tayangan budidaya telur puyuh di kanal YouTube dan media sosial hingga dirinya tertarik dan mempelajarinya secara otodidak.
Melihat peluang yang cukup menggiurkan, Riska pun nekat pergi ke Yogyakarta untuk melihat secara langsung tata cara budidaya burung puyuh.
"Waktu Covid-19 kan kerjaan enggak stabil, saya terjun ke burung puyuh karena liat di Youtube perawatannya mudah dan jualnya cepet. Saya sampe ke Yogya main ke peternakan," kata Riska belum lama ini.
Selanjutnya, Riska pun memulai usahanya dengan membeli sekitar 200 ekor anakan burung puyuh beserta peralatannya, seperti kandang, pakan dan vitamin.
Untuk tempat budidaya, Riska memanfaatkan gudang kosong bekas ternak burung peliharaan ayahnya yang memiliki luas 3x10 meter di lantai dua rumahnya.
"Modalnya waktu itu semuanya sekitar Rp 5 juta buat beli anak burung puyuh, kandang dan sebagainya," ujarnya.
Ibarat pepatah, pahit dahulu, manis kemudian pun harus Riska tempuh di awal bisnis budidaya burung puyuh lantaran dari 300 ekor burung puyuh yang dibudidayakan, hanya 100 ekor yang masih bertahan hingga bertelur.
"Di awal merintis ada sekitar 200 ekor anakan burung puyuh yang mati," ungkapnya.
Tak cukup sampain di situ, masalah lain juga mulai bermunculan di mana Riska mulai kebingungan untuk membuang kotoran burung puyuh.
Namun, berkat keinginan yang kuat untuk terus belajar dan pantang menyerah, Riska pun kembali menambah populasi burung puyuh yang hingga kini mencapai 1.000 ekor.
"Terus kotorannya sekarang itu ada yang ambil untuk dimanfaatkan jadi pupuk di Kampung Cabai, masih di deket sini juga lokasinya," ucapnya.
Usaha tak mengkhianati hasil, dari 1.000 ekor burung puyuh ini Riska mulai mendapatkan pundi-pundi cuan yang lebih.
Setiap bulannya, burung puyuh miliknya menghasilkan telur sekitar 300 kilogram. Telur-telur tersebut kemudian dikirim ke pelanggan yang masih berada di wilayah Kota Cimahi.
"Alhasil, dari ratusan kilogram telur itu, omzet yang didapat mencapai sekitar Rp9-10 juta setiap bulannya," sebutnya.
Meski begitu, perhitungan omzet tersebut baru hitungan kasar, sebab dirinya harus menyisihkan untuk kebutuhan pakan dan perawatan lainnya.
"Panennya setiap hari sekitar 9-10 kilogram. Kalau perhitungan bersihnya sekitar 4-5 juta setiap bulannya," terangnya.
Riska menuturkan, dengan prospek yang cukup menjanjikan, dirinya berencana untuk menambah populasi burung puyuhnya agar telur yang dihasilkan semakin banyak.
Pasalnya, produksi telur yang dihasilkan saat ini tidak sebanding dengan permintaan pelanggan yang semakin bertambah.
"Sekarang alhamdulillah kalau permintaan banyak, kemarin ada yang minta 50 kilogram setiap harinya tapi sayanya belum siap karena masih terbatas," sebutnya.
Kendati kini sudah memiliki usaha yang melebihi gaji UMK, namun Riska tidak lantas meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh.
"Keduanya bisa dijalani secara bersamaan. Apalagi, usaha budidaya burung puyuh terbilang lebih santai dan mudah," ucapnya.
Riska menyebut, dirinya hanya perlu melakukan perawatan seperti membersihkan kandang, memberi pakan hingga vitamin agar burung puyuh miliknya tetap sehat dan produktif.
"Intinya sih kalau saya kerja pagi atau malam, saya selalu cek kandang setiap hari untuk bersihin kandang, ngasih pakan sampai ambil telurnya," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

