Buruk Rupa Barcelona di Tangan Ronald Koeman
BARCELONA mencatatkan start terburuk dalam sejarah kiprah mereka di La Liga Spanyol. Pertanda Ronald Koeman KO?:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BARCELONA mencatatkan start terburuk dalam sejarah kiprah mereka di La Liga Spanyol. Pertanda Ronald Koeman KO?:
Posisi Koeman makin goyah menyusul hasil imbang Los Azulgrana 1-1 di markas Alaves, Minggu (1/11) dini hari WIB. Mereka makin tertinggal di jalur juara kompetisi terbesar Negeri Matador itu.
Lionel Messi dan kawan-kawan hanya mampu mengumpulkan delapan poin dari enam pertandingan sejauh ini dan harus duduk di posisi ke-12 di klasemen sementara.
Blaugrana saat ini berjarak delapan poin dari Real Madrid yang berada di puncak Liga Spanyol dengan 16 poin setelah memainkan tujuh pertandingan.
Meski memenangkan dua pertandingan di fase grup Liga Champions, Barcelona gagal memenangkan empat pertandingan terakhir mereka di La Liga. Kemenangan terakhir mereka datang pada 1 Oktober saat melawan Celta Vigo.
Sejak itu Blaugrana ditahan imbang Sevilla, Getafe dan Alaves, selanjutnya mereka kalah 1-3 di El Clasico melawan Real Madrid akhir pekan lalu.
Terakhir kali Barcelona memulai musim dengan sangat buruk, mereka finis di urutan keenam, sebuah hasil yang ingin dihindari Koeman. Dan memang posisi Koeman sendiri diyakini tak lagi aman.
Media-media Spanyol ramai memberitakan Pep Guardiola akan kembali menukangi Barcelona atau menendang Koeman dari posisinya saat ini.
Gelandang Barcelona, Frankie de Jong ogah mengomentari spekulasi tentang masa depan pelatihnya itu. Dia hanya ingin bicara soal teknis pertandingan.
De Jong menekankan bahwa Barcelona harus mulai memanfaatkan penguasaan bola mereka.
"Kami perlu memenangkan pertandingan ini," kata De Jong kepada Barca TV yang dikutip Goal.
"Saya pikir terutama di babak kedua kami banyak menekan mereka dan menciptakan banyak peluang. Mungkin sedikit tidak beruntung, saya tidak tahu," tambah gelandang asal Belanda itu. "Babak pertama tidak cukup bagus."
Penyerang Antoine Griezmann berang timnya gagal memanfaatkan banyak peluang untuk mencetak gol.
Seperti diketahui, Barcelona tercatat melepaskan 25 tembakan dan menguasai bola sebanyak 80 persen, berbanding terbalik dengan Alaves yang hanya melakukan empat kali percobaan. Dominasi Los Cules menjadi sia-sia lantaran hanya satu gol saja yang bisa diciptakan.
"Kami marah dan geram karena kami menginginkan tiga poin setelah mengalami kekalahan. Kami harus lebih banyak melakukan peningkatan, bekerja keras untuk memenangkan pertandingan berikutnya," kata Griezmann, dilansir dari Mundo Deportivo.
"Kami memiliki banyak sekali peluang, tapi kami hanya mencetak satu gol. Oleh karena itu, kami harus meningkat lagi di semua aspek," ujar Antoine Griezmann soal hasil laga Alaves vs Barcelona.
Editor : Bsafaat

