Butuh Promosi Ekspor, Begini Kondisi Pegiat Kopi KBB Pasca Pandemi

Animo pegiat kopi di KBB dalam festival kopi yang dihelat Pemda setempat sangatlah tinggi. Mereka butuh promosi ekspor.

Butuh Promosi Ekspor, Begini Kondisi Pegiat Kopi KBB Pasca Pandemi
Para pegiat kopi di KBB butuh promosi ekspor.

INILAHKORAN, Ngamprah - Potensi kopi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai kembali menggeliat. Hal itu terlihat dari tingginya animo para pegiat kopi Bandung Barat yang hadir dalam festival kopi yang dihelat Pemda KBB dalam rangka peringatan HUT KBB ke-15, pada 18-19 Juni 2022.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) KBB, Heru Budi Purnomo mengatakan, potensi kopi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sampai dengan 2022 cukup berkembang pesat.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran potensi pasar yang memungkinkan kualitas kopi di KBB yang memang layak untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga: NasDem KBB Siap Dukung Penuh Anies Baswedan sebagai Capres 2024

"Untuk komoditas kopi di KBB sendiri dibagi dalam tiga wilayah, yakni Lembang, Cikalongwetan dan Sindangkerta yang cakupannya Gununghalu," katanya saat ditemui.

Ia menyebut, ketiga wilayah tersebut merupakan sumber penghasil kopi, sekaligus menjadi daerah unggulan produksi kopi yang diandalkan Bandung Barat.

"Perkembangan pasar kopi sejauh ini untuk jenis green beans kopi sangat bagus sekali," sebutnya.

Ia menilai, kondisi industri kopi di KBB saat ini sudah mulai normal pasca dua tahun pandemi COVID-19.

Baca Juga: Takziah ke Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Sebut Eril Sosok Anak Muda yang Menginspirasi

"Banyak pesanan produk kopi dari KBB, bahkan berbeda jauh seperti saat pandemi kemarin," ujarnya.

Kendati begitu, kata dia, pihaknya juga ingin lebih mengoptimalkan pasar yang sekarang relatif baik menjadi lebih baik. Terlebih untuk pasar ekspor.

"Untuk pesanan ekspor kopi ini saat ini Kabupaten Bandung Barat membutuhkan banyak promosi, baik ke Eropa, Amerika, termasuk di Asia," bebernya.

Baca Juga: Ketua Dedi Supandi Langsung Siapkan Strategi Genjot Eksistensi DPP IKAPTK Jabar

"Biasanya paling sering ada pesanan itu di Korea dan Jepang," sambung dia.

Ia menyebut, sampai saat ini dari negara Korea kerap ada pesanan Kopi Bandung Barat. Jenisnya arabika dari Sindangkerta.

"Untuk di Lembang juga ada sempat ke Amerika. Hanya saja kita ingin mengangkat kopi ini jauh lebih baik, supaya bisa diterima masyarakat baik luar maupun dalam negeri," sebutnya.

Ia menambahkan, kepada para pengusaha kopi di KBB sudah seyogyanya bisa bersatu menjadi sebuah korporasi agar dalam melakukan pemasaran itu dapat bersatu dan tidak saling membanting harga.

Baca Juga: Song Kang dan Han So Hee Dirumorkan Berkencan, Pemeran Utama 'My Name' Ungkap Faktanya

"Kalau perbandingan harga pasti ada, tapi jangan sampai saling merugikan," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran