Buya Yahya Ingatkan Etika Mengucapkan Bismillah Saat Berwudhu: Jangan Sembarangan di Kamar Mandi
Buya Yahya menjelaskan adab mengucapkan bismillah, terutama saat berada di kamar mandi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dalam ajaran Islam, membaca "Bismillah" sebelum memulai aktivitas seperti wudhu adalah amalan sederhana namun penuh keberkahan.
Namun, menurut Buya Yahya, pendakwah ternama Indonesia, ada adab dan batasan dalam melafalkannya, terutama ketika dilakukan di area kamar mandi yang menyatu dengan toilet.
Melalui ceramahnya yang tayang di kanal YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Jumat, 11 April 2025, Buya Yahya menyoroti fenomena umum yang sering terjadi, yakni kebiasaan berwudhu di kamar mandi tanpa memperhatikan kondisi tempat tersebut.
Bolehkah Mengucapkan Bismillah di Toilet?
Buya Yahya menjelaskan bahwa membaca dzikir secara lisan, termasuk ucapan Bismillah, di dalam toilet saat buang hajat besar atau kecil, hukumnya haram. Hal ini karena toilet adalah tempat yang tidak suci, dan kondisi saat buang hajat tidak layak untuk melafalkan kalimat suci.
"Yang haram itu adalah ketika ada sesuatu yang keluar, seperti saat buang air. Di saat seperti itu, tidak boleh mengucapkan dzikir apa pun," terang Buya Yahya.
Namun bagaimana jika seseorang hendak berwudhu di kamar mandi yang menyatu dengan toilet, tetapi belum buang air? Menurut Buya, meskipun belum mengeluarkan sesuatu, sebaiknya tidak mengucapkan Bismillah secara lisan di ruangan tersebut.
"Dalam kondisi seperti itu, dianjurkan untuk cukup membaca Bismillah dalam hati saja," ujarnya.
Wudhu di Area yang Terpisah, Lebih Dianjurkan
Buya Yahya menyampaikan, jika seseorang berwudhu di area yang tidak digunakan untuk buang hajat—misalnya ruang cuci tangan atau tempat khusus wudhu—maka membaca Bismillah secara lisan tetap disunnahkan.
"Kalau tempatnya khusus untuk wudhu dan tidak digunakan untuk buang air, maka membaca Bismillah tetap sunnah dan sangat dianjurkan," jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya memiliki tempat wudhu yang terpisah dari toilet. Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan, hal ini juga memungkinkan umat Muslim melafalkan doa-doa wudhu dengan lebih tenang dan bebas.
"Kalau memungkinkan, lebih baik pilih tempat wudhu yang tidak menyatu dengan toilet. Ini untuk menjaga adab dan kebersihan dalam ibadah," tambah Buya.
Editor : Firda Rachmawati

