Cak Imin Minta IKA Universitas Terbuka Bantu Pemerintah Mengentaskan Angka Kemiskinan

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya Universitas Terbuka dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan angka kemiskinan.

Cak Imin Minta IKA Universitas Terbuka Bantu Pemerintah Mengentaskan Angka Kemiskinan
Cak Imin menuturkan, pemerintah saat ini menargetkan kemiskinan ekstrem bisa ditekan hingga 0 persen. Angka kemiskinan masyarakat Indonesia pada 2029 mendatang harus di bawah 5 persen. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya Universitas Terbuka dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan angka kemiskinan.

"Pendidikan termasuk Universitas Terbuka beserta alumninya bisa membantu pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan mengentaskan angka kemiskinan," kata Cak Imin usai Rakernas Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Kamis (9/4/2026).

Cak Imin menuturkan, pemerintah saat ini menargetkan kemiskinan ekstrem bisa ditekan hingga 0 persen. Angka kemiskinan masyarakat Indonesia pada 2029 mendatang harus di bawah 5 persen.

"Tahun 2026 angka kemiskinan ekstrim harus 0 persen dan di Tahun 2029, angka kemiskinan maksimum di angka 5 persen dari total jumlah penduduk bangsa Indonesia," tutur Cak Imin.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto siap berkolaborasi dengan IKA Universitas Terbuka  dan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan angka kemiskinan.

"Contoh pemberdayaan masyarakat dan pengentasan angka kemiskinan, ialah kami melibatkan IKA UT untuk menyalurkan 20.000 beasiswa pendidikan untuk masyarakat miskin. Kami yakin dengan bekal pendidikan, masyarakat miskin perlahan - lahan bisa bangkit menjadi masyarakat yang mandiri baik itu dengan bekerja maupun berwiraswasta," ujar Ali.

Sedangkan, Ketua Umum IKA Universitas Terbuka periode 2025-2030 Moeldoko menyarankan UT bisa membuka program studi electric vehicle yang saat ini dibutuhkan pabrik kendaraan listrik.

Dia pun bisa mempekerjakan lulusan program studi electric vehicle ke pabrik bus listrik miliknya PT Mobil Anak Bangsa.


Editor : Doni Ramdhani