Cara Berbeda Ajak Anak Muda Nyoblos Pemilu 2019

We The Youth berkomitmen mengajak penerasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, 17 April nanti. Tak seperti sosialisasi dan kampanye politik pada umumnya, We The Youth menggelar konse

Cara Berbeda Ajak Anak Muda Nyoblos Pemilu 2019
INILAH, Bandung - We The Youth berkomitmen mengajak penerasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, 17 April nanti. Tak seperti sosialisasi dan kampanye politik pada umumnya, We The Youth menggelar konser musik bertajuk "100% in Bandung: Explicit Vote."
 
Executive Director We The Youth Widy mengatakan, kampanye ini digaungkan dari Januari hingga April di berbagai kota. Di antaranya Palembang, Bandung, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Jakarta. Kampanye ini didukung banyak figur publik dan influencer. 
 
Rencananya, panggung musik di Bandung itu digelar pada Sabtu (23/3/2019) besok di Arcamanik. Mulai dari pukul 15.00-selesai, panggung dimeriahkan festival musik dari Repton, Stab, Taring, Down for Life, Forgotten, dan Burgerkill.
 
Selain itu, akan ada Custom Bike Exhibition, Ngariung Babarengan Kang Kimung, Irvine Jasta, dan Eddi Brokoli, Community Gathering, Merchandise Bazaar, dan Food Truck.
 
"Acara ini merupakan sebuah gagasan supaya anak muda bersedia memberikan hak pilihnya pada Pemilu dan Pilpres 2019 demi masa depan bangsa yang lebih baik. Konsep rangkaian acara seperti ini kami pilih melihat bahwa anak muda sangat dinamis dan punya kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu kami ingin mendorong mereka untuk berkolaborasi dan mengekspresikan lewat kesenangannya," kata Widy, belum lama ini.
 
Di Bandung, pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah komunitas. Antara lain, @chi.bdg (converse head bandung), @docmarters_bdg (docmart), @battlevestassault.official, @bmx.metal, @extremesouls666, @disharmonic_official, @lasfamiliastore, @camelpig_recs, @yusaandriansyah, @dirtysoulmerch, @winicitra merch, dan @buddygolleer merch.
 
Sementara itu, Kimung sebagai pengisi acara mengaku festival tersebut menegaskan pada 17 April 2019 mendatang merupakan momentum kesadaran anak muda. Setidaknya, hak pilih yang sudah diberikan negara kepada anak muda itu sebaiknya dipergunakan.
 
"Jangan golput. Ayo, 17 April nanti anak muda mencoblos! Hak pilih yang diberikan itu untuk mengontrol situasi lima tahun ke depan. Saya percaya, anak muda sebagai pengontrol yang kritis itu sebenarnya memiliki sikap," ujarnya seraya menyebutkan 40% penduduk negeri ini merupakan anak muda usia. 


Editor : inilahkoran