Cegah Kerugian Petani Saat Kemarau, Aceh Besar Minta Petani Beralih ke Palawija

Distan Kabupaten Aceh besar mengimbau para petani agar melakukan diversifikasi benih lahan kekeringan selama kemarau

Cegah Kerugian Petani Saat Kemarau, Aceh Besar Minta Petani  Beralih ke Palawija
Plt Kadis Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar (ANTARA

INILAHKORAN.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar mengimbau para petani, khususnya di kawasan sawah tadah hujan, untuk melakukan diversifikasi tanaman dan menggunakan benih tahan kekeringan. 

Langkah ini diperlukan guna mengantisipasi ancaman kemarau panjang yang mulai melanda wilayah tersebut.

"Berdasarkan prakiraan, fenomena iklim ekstrem Godzilla El Nino berpotensi memicu lonjakan suhu global. Kondisi ini dapat berdampak pada kekeringan ekstrem, krisis air bersih, hingga risiko gagal panen," ujar Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, saat dihubungi seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/7/2026). 

Imam menjelaskan, potensi kemarau panjang diprakirakan berlangsung hingga awal tahun depan. Karena itu, petani diimbau untuk tidak memaksakan diri menanam padi apabila pasokan air tidak memadai.

"Jika petani tetap ingin menanam padi, pilihlah varietas unggul yang berumur pendek dan toleran terhadap kekeringan," jelasnya.

Selain itu, ia menyarankan petani mengalihkan komoditas tanam ke jenis tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air dibanding padi, seperti jagung, kedelai, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar.

"Diversifikasi pertanian sangat cocok dilakukan saat musim kemarau karena kebutuhan airnya jauh lebih sedikit daripada padi," tambah Imam.

Dinas Pertanian Aceh Besar juga meminta seluruh petani mematuhi jadwal kesepakatan turun sawah serta memperhatikan imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) demi meminimalkan risiko gagal panen selama musim tanam.


Editor : Ahmad Sayuti