Cegah Stunting, Baznas Jabar Launching Desa Cageur
Kasus stunting menjadi sorotan banyak pihak. Tak hanya pemerintah, beberapa lembaga seperti Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah – Kasus stunting menjadi sorotan banyak pihak. Tak hanya pemerintah, beberapa lembaga seperti Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius.
Berdasarkan data BKKBN Jawa Barat, sebanyak 29,9 persen atau 2,7 juta balita di Jawa Barat terkena stunting pada 2018. Sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya kasus stunting di Jawa Barat, Baznas Provinsi Jawa Barat menggelar launching Desa Calon Generasi Unggul dan Sarehat (Desa Cageur) di Desa Ciburuy, Jalan Raya Ciburuy No. 282, Padalarang, Rabu (20/11/2019).
Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Ketua Baznas Jabar KH Arif Ramdani, serta pengurus Baznas KBB. Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari warga Ciburuy.
Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang telah meluncurkan kegiatan dalam rangka mencegah stunting di Jawa Barat.
"Kegiatan ini, kami harapkan bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa stunting itu berbahaya," tutur Uu.
Uu menjelaskan, perkembangan anak berawal dari kondisi keluarga yang baik. Kasus stunting begitu populer di kalangan masyarakat dan pemerintah, yang merupakan ancaman bagi generasi muda.
"Kalau ada program pencegahan mengenai stunting ini merupakan solusi terbaik," jelas Uu.
Menurut Uu, stunting merupakan masalah semua pihak, bukan hanya Baznas atau pemerintah, tapi seluruh masyarakat harus turun tangan menyikapi dan bergerak melakukan pencegahan stunting.
"Mudah-mudahan kegiatan ini tak hanya di KBB, bahkan bisa di laksanakan di kabupaten atau kota lainnya di Jawa Barat," ujar Uu.
Uu menambahkan, pihaknya akan mengajak seluruh pimpinan daerah se- Jabar untuk melakukan studi banding ke daerah lain yang penanganan stuntingnya baik.
"Harapan kami Wabup bisa menindaklanjuti kegiatan ini di wilayah Bandung Barat lainnya dan kegiatan ini tidak hanya di Ciburuy, tapi di desa lain pun bisa dilaksanakan seperti di Desa Cageur ini," ujar Uu.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat Arif Ramdani menuturkan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Baznas Provinsi Jabar dalam menekan angka stunting di Indonesia, terutama di Jabar. Stunting adalah satu kondisi bayi atau anak kecil kurang normal dari sisi pertumbuhannya.
"Ini harus diantisipasi karena mereka merupakan generasi masa depan. Kalau anak-anak terganggu perkembangan, tentunya anak-anak akan menjadi generasi yang lemah bukan yang kuat," tuturnya.
Arif menjelaskan, pihaknya memilih Desa Ciburuy berdasarkan data di Baznas. Desa ini masuk dalam 10 desa prioritas stunting.
Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan program Baznas Jabar. Salah satu program Baznas adalah program Jabar sehat untuk mendukung visi Jabar Juara Lahir Batin.
"Kami menyalurkan zakat dengan pemberian gizi makanan tambahan, melakukan edukasi, serta melakukan pemberdayaan. Program ini kami padukan antara advokasi, edukasi dan juga pemberdayaan," jelas Arif.
Selain itu, lanjut Arif, ada pemberdayaan bagi ibu-ibu PKK Desa Ciburuy yang diarahkan untuk menjalankan program supaya bernilai ekonomi.
"Program sudah berlangsung selama satu bulan, dan akan dilaksanakan selama tiga bulan. Penerima manfaatnya 100 orang. Selama tiga bulan ini akan dipantau oleh dokter dan tim khusus yang berkompeten," ujar Arif. (Agus SN)
Editor : DeryFG

