Cerita Angklung DJ, Musik Tradisional yang Naik Kelas hingga Dikenal Mancanegara
Bagi seluruh pecinta musik mungkin sudah tak asing dengan keberadaan alat musik tradisional angklung. Namun, apa jadinya kalau angklung berkolaborasi dengan genre musik DJ.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bagi seluruh pecinta musik mungkin sudah tak asing dengan keberadaan alat musik tradisional angklung. Namun, apa jadinya kalau angklung berkolaborasi dengan genre musik dj.
Transformasi musik epik ini terus diperkenalkan Manshur Praditya, seorang musisi asal Bandung yang mengkolaborasikan angklung, alat musik tradisional bambu khas Jawa Barat, dengan musik Electronic Dance Music (EDM).
Manshur melakukan inovasi dengan menggabungkan suara bambu angklung dengan irama dan beat musik modern, memungkinkan angklung untuk dimainkan dalam konteks pesta dan festival musik populer.
Berkolaborasi dengan brand lokal virageawie yang telah berhasil membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dapat mengubah bambu menjadi karya seni yang tidak hanya memukau tetapi juga bernilai tinggi ini memperkenalkan Angklung DJ dari mulai lokal hingga mancanegara.
"Berawal dari ketidakpuasan produk-produk Virageawie yang selalu ingin berkembang. Dulu kita hanya mengenal angklung dan karinding, lalu kita buat inovasi alat musik modern yang berbahan dasar bambu, seperti gitar, bass, piano hingga drum," kata owner Virageawie, Adang Muhidin saat ditemui belum lama ini.
Namun, sambung Adang, dirinya melihat ada yang kurang di musik angklung dan mulai menganalisa perkembangan zaman. Alhasil, pihaknya mencoba mengkolaborasikan angklung dengan DJ.
"Kolaborasi itu kita lakukan agar anak-anak muda Gen Z saat ini tetap tertarik pada musik angklung. Sebab, angklung DJ ini mengkolaborasikan high-tech dan low-tech instrumen musik," ujarnya.
Menariknya, angklung DJ ini sudah dikenal di berbagai platform musik dan berbagai negara, seperti Amerika, Malaysia, Taiwan, Jepang dan berbagai negara lainnya di Eropa.
"Angklung DJ ini awal mula tercipta di tahun 2022 dari salah seorang pemain angklung Virageawie yang namanya Manshur Angklung dan ternyata, animonya luar biasa tinggi dengan pemain yang hanya 3-4 orang," ucapnya.
Padahal, Adang mengakui awalnya pihaknya hanya mempromosikan alat musik. Namun, seiring perjalanan ternyata menjadi memiliki nilai ekonomi.
"Jadi tidak hanya alat musiknya saja, grupnya pun ikut terdongkrak. Dua-duanya dapat cuan," imbuhnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

