CFD Berhenti Anggaran Dibenahi

CFD Buahbatu bukan cerita yang selesai. Setelah tata kelola anggaran dibenahi, ruang publik itu akan kembali dibuka untuk warga.

CFD Berhenti Anggaran Dibenahi
TAK PERMANEN: Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Buahbatu Kota Bandung beberapa waktu lalu. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, CFD Buahbatu bukan dihentikan secara permanen. Kegiatan itu akan kembali digelar setelah pembenahan tata kelola anggaran dan pelaksanaan kegiatan rampung.(Foto:INILAH/YOGO TRIASTOPO)

Oleh : Yogo Triastopo

Minggu tanpa keramaian warga di ruas jalan Buahbatu untuk sementara menjadi pemandangan yang berbeda. Car free day (CFD) yang biasanya menjadi ruang olahraga, rekreasi, sekaligus aktivitas ekonomi warga harus berhenti sejenak.

Namun, penghentian itu bukan akhir dari CFD Buahbatu. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kegiatan tersebut hanya dihentikan sementara hingga pembenahan tata kelola anggaran dan pelaksanaannya selesai.

Farhan mengatakan penghentian sementara berkaitan dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengelolaan anggaran di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

Persoalan yang ditemukan salah satunya menyangkut mekanisme pemberian honor kepada sejumlah pihak. Pembayaran dilakukan kepada pihak yang tidak memiliki kontrak kerja maupun berstatus aparatur sipil negara (ASN).

“Dari hasil pemeriksaan BPK, persoalannya ada di Dishub. Pengelolaan anggarannya perlu diperbaiki, karena ada pembayaran honor kepada pihak yang tidak memiliki kontrak atau bukan ASN,” kata Farhan, akhir pekan lalu.

Menurut Farhan, pembenahan administrasi menjadi syarat sebelum kegiatan kembali digelar. Setiap mekanisme pelaksanaan CFD harus memiliki dasar yang jelas agar tidak kembali menimbulkan persoalan dalam pemeriksaan keuangan.

“Karena tata kelolanya harus diperbaiki lebih dulu, maka kegiatan kita hentikan sementara. Setelah mekanismenya sudah saya setujui, CFD bisa dijalankan kembali,” ujarnya.

Di balik persoalan administrasi tersebut, Farhan menyadari CFD memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ruang bebas kendaraan itu bukan hanya tempat warga berolahraga dan menghabiskan waktu akhir pekan.

Ketika jalan ditutup untuk kendaraan, pedagang dan pelaku usaha kecil ikut mendapatkan ruang. Keramaian warga menciptakan perputaran ekonomi di sekitar kawasan CFD.

Karena itu, Farhan berharap pembenahan tata kelola dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan kembali berjalan.

“Saya juga ingin CFD segera berjalan lagi. Kegiatan ini memberi manfaat bagi masyarakat dan ikut menggerakkan ekonomi, baik di kawasan Buahbatu maupun Dago,” katanya.

Tak berhenti pada dua lokasi tersebut, Pemkot Bandung juga mulai memikirkan kemungkinan menambah titik baru CFD. Salah satu kawasan yang masuk dalam gagasan Farhan adalah Alun-Alun Kota Bandung.

Kawasan pusat kota dinilai memiliki potensi untuk menjadi ruang publik yang lebih aktif. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kajian dan pengaturan yang matang agar pelaksanaannya tidak mengulang persoalan tata kelola. (gin)


Editor : Inilahkoran