Cile vs Peru, Mengejar Sejarah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
GELANDANG Cile Arturo Vidal menegaskan timnya fokus mencetak sejarah jelang semifinal Copa America melawan Peru di Porto Alegre, Kamis (4/7/) pagi WIB.
Juara edisi 2015 dan 2016 itu mengejar gelar ketiga secara berurutan. Sebuah prestasi yag sebelumnya hanya dicapai sekali oleh Argentina pada 1945-1947.
"Kami ingin meninggalkan warisan kami sebagai juara tiga kali, itu mimpi kami," kata gelandang Barcelona yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dua keberhasilan Chile sebelumnya.
"Itulah mengapa kami ingin memainkan pertandingan Copa terbaik kami melawan Peru. Akan menjadi sesuatu yang bersejarah bagi kami jika mencapai final dan itulah tujuan kami," tambahnya dilansir AFP.
Cile menghadapi Peru pada semifinal 2015 di kandang sendiri ketika mereka menang 2-1. Setelah itu, mereka mengalahkan Argentina dalam adu penalti di final untuk mencapai sukses kontinental pertama mereka.
"Kami perlu memainkan pertandingan yang sempurna, untuk memenanginya dengan kewibawaan," tambah Vidal.
"Peru mempunyai kerja tim yang hebat, mereka bermain bagus, sangat mirip dengan Kolombia," yang Chile kalahkan pada adu penalti di perempat final.
Vidal menunjuk kapten dan striker Peru Paolo Guerrero sebagai ancaman terbesar yang akan dihadapi timnya.
Guerrero dan pemain Chile Eduardo Vargas, masing-masing dengan 12 gol, adalah dua pencetak gol teratas yang masih aktif dalam sejarah Copa America.
"Ia seorang pemain yang tahu bagaimana bermain melawan empat pertahanan dan selalu dibutuhkan banyak dari kami untuk menjaganya," kata Vidal.
Sementara itu Peru elas tim underdog yang secara mengejutkan lolos ke semifinal.
Mereka tiba pada babak sistem gugur setelah mengalami demoralisasi usai dihajar 0-5 oleh tuan rumah Brasil dalam pertandingan grup terakhir. Mereka lalu lolos ke semifinal setelah memenangi drama adu penalti melawan Uruguay.
Meski demikian, pelatih Ricardo Gareca mengatakan tidak ada tanda-tanda perasaan rendah diri dari para pemain. "Kami berada dalam kondisi yang tepat untuk menangani pertandingan semacam ini," katanya.
"Mungkin ini pertandingan yang lebih besar dibanding yang lain sebelumnya tapi kami bisa bermain lebih baik."
Ini kali ketiga dalam empat edisi terakhir Peru telah mencapai semifinal namun mereka tidak pernah mencapai final sejak 1975 ketika memenangi gelar Copa kedua mereka.
Faktanya, hanya dua kali mereka mencapai final -- yang pertama di kandang sendiri pada 1939 -- mereka memenangi turnamen. (bsf)
HEAD TOHEAD
13/10/18: Peru 3-0 Cile
12/10/16: Cile 2-1 Peru
14/10/15: Peru 3-4 Cile
30/06/15: Cile 2-1 Peru
11/10/14: Cile 3-0 Peru
LIMA LAGA TERAKHIR CILE
29/06/19: Kolombia 0-0 Cile
25/06/19: Cile 0-1 Uruguay
22/06/19: Ekuador 1-2 Cile
18/06/19: Jepang 0-4 Cile
07/06/19: CIle 2-1 Haiti
LIMA LAGA TERAKHIR PERU
30/06/19: Uruguay 0-0 Peru
23/06/19: Peru 0-5 Brasil
19/06/19: Bolivia 1-3 Peru
16/06/19: Venezuela 0-0 Peru
10/06/19: Peru 0-3 Kolombia
PRAKIRAAN PEMAIN
Cile (4-3-3)
Arias (GK) Beausejour, Maripan, Medel, Isla (B) Vidal, Pulgar, Aranguiz (T) Sanchez, Vargas, Fuenzalida (D)
Pelatih: Reinaldo Rueda
Peru (4-2-3-1)
Gallese (GK) Advincula, Zambrano, Abram, Trauco (B) Yotun, Tapia (cdm) Carrilo, Farfan, Cueva (T) Guerrero (D)
Pelatih: Ricardo Garca
Editor : Bsafaat

