Copa America 2024 Argentina vs Kanada: Lionel Messi Pecahkan Rekor Caps Terbanyak
Lionel Messi tampil membela Argentina dalam laga perdana Grup A Copa America melawan Kanada, Jumat 21 Juni 2026 pagi WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Lionel Messi tampil membela Argentina dalam laga perdana Grup A Copa America melawan Kanada, Jumat 21 Juni 2026 pagi WIB.
Lionel Messi menginspirasi kemenangan Argentina atas Kanada 2-0 sekaligus mencatatkan start apik di ajang Copa America 2024.
Tak hanya itu, laga Argentina vs Kanada Copa America 2024 juga berbuah rekor bagi Lionel Messi yang mencetak rekor caps terbanyak di ajang tersebut.
Eks penggawa Barcelona, itu telah 35 kali tampil dalam tujuh edisi Copa America dan mencatatkan pemain dengan laga terbanyak.
Sebelumnya, rekor caps terbanyak Copa America dipegang kiper legendaris Cili, Sergio Livingstone pada tahun 1953.
Messi melakukan debutnya di Copa América pada usia 20 tahun dimana ketika itu ia dipanggil oleh pelatih Alfio Basile. Pada edisi selanjutnya, Messi mengikuti Copa America dengan tiga pelatih yaitu Sergio Batista (2011), Gerardo Martino (2015 dan 2016), dan Lionel Scaloni (2019, 2021, dan 2024).
Dalam enam edisi yang telah ia ikuti sebelumnya, La Pulga meraih satu gelar pada edisi 2021, tiga kali runner-up pada 2007, 2015, dan 2016, juara ketiga pada 2019, dan mencapai perempat final pada 2011.
Dari enam edisi itu, catatan gol terbaiknya adalah pada edisi 2016 dimana ia mencetak lima gol dari lima laga. Sementara catatan terbaik keduanya adalah pada edisi 2021 ketika dengan empat golnya dari tujuh laga membawa Argentina meraih juara ke-15.
Pada laga melawan Kanada, menandai penampilan ke-35-nya, Messi bermain penuh dengan catatan cukup mengesankan, termasuk satu asis pada gol Lautaro pada menit-menit akhir. Ia melepaskan enam tembakan (lebih banyak dari pemain lain dalam pertandingan ini) yang empat di antaranya di dalam kotak dan tiga tepat sasaran.
Messi juga menyelesaikan sembilan sentuhan di dalam kotak dan menciptakan dua peluang mencetak gol. Ia melakukan dua kali pemulihan bola di sepertiga akhir lapangan dan memenangkan penguasaan bola sebanyak tiga kali melawan Kanada.
Statistik lain yang menjadikan pemain 36 tahun itu sebagai yang terbaik dalam pertandingan itu adalah umpan-umpannya di sepertiga akhir dimana ia menyelesaikan 27 dari 132 yang dicapai Argentina. Torehan ini disusul Di María dan De Paul dengan masing-masing sebanyak 18.***
Editor : Bsafaat

