Cuka Apel Benarkah Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya
Benarkah cuka apel bisa menurunkan berat badan? Bukti ilmiah masih terbatas. Kenali manfaat, risiko, dan cara konsumsi cuka apel yang lebih aman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Cuka Apel atau apple cider vinegar (ACV) kerap disebut sebagai salah satu bahan alami yang dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, Cuka Apel juga banyak dikaitkan dengan manfaat untuk mengontrol gula darah, menjaga kesehatan jantung, hingga mendukung kesehatan pencernaan.
Namun, benarkah Cuka Apel bisa membantu menurunkan berat badan? Dilansir dari BBC, bukti ilmiah mengenai manfaat tersebut hingga kini masih terbatas dan hasil penelitian belum menunjukkan kesimpulan yang kuat.
Apa Itu Cuka Apel?
Cuka Apel dibuat melalui proses fermentasi buah apel dan mengandung asam asetat. Beberapa produk Cuka Apel yang tidak disaring masih mengandung mother culture, yaitu campuran bakteri, enzim, dan protein yang terbentuk selama proses fermentasi.
Mother culture kerap disebut memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun, manfaatnya bagi kesehatan manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Klaim mengenai Cuka Apel untuk menurunkan berat badan sudah cukup populer. Namun, hasil penelitian mengenai hal tersebut masih beragam.
Studi yang dilakukan BBC bersama Aston University pada 2016 tidak menemukan pengaruh Cuka Apel terhadap penurunan berat badan setelah delapan minggu.
Artinya, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi Cuka Apel dapat secara langsung membuat berat badan turun.
Penurunan berat badan tetap lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta berbagai faktor kesehatan dan gaya hidup lainnya.
Cuka Apel dan gula darah
Sejumlah penelitian menunjukkan Cuka Apel mungkin memiliki manfaat tertentu bagi orang dengan diabetes tipe 2, termasuk berkaitan dengan kadar gula darah.
Cuka Apel juga disebut berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol dalam kondisi tertentu. Meski demikian, bukti tersebut belum cukup untuk menjadikan Cuka Apel sebagai pengganti obat atau terapi medis.
Bagi orang yang memiliki diabetes atau sedang menjalani pengobatan tertentu, konsumsi Cuka Apel sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Apakah Cuka Apel Baik untuk Pencernaan?
Cuka Apel yang masih mengandung kultur hidup juga kerap dikaitkan dengan kesehatan usus dan mikrobioma.
Meski demikian, penelitian mengenai manfaat Cuka Apel terhadap mikrobioma manusia masih terbatas. Karena itu, klaim bahwa Cuka Apel secara pasti dapat memperbaiki kesehatan usus belum dapat dianggap sebagai fakta yang sudah terbukti kuat.
Jangan Minum Cuka Apel Secara Langsung
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara mengonsumsi Cuka Apel.
Cuka Apel memiliki tingkat keasaman tinggi. Jika diminum secara langsung, sifat asam tersebut dapat mengikis enamel gigi dan berpotensi memicu refluks atau sensasi panas di dada.
Ahli diet Nichola Ludlam-Raine menyarankan Cuka Apel lebih baik digunakan sebagai bagian dari makanan, misalnya sebagai bahan saus salad, dibandingkan diminum langsung dalam bentuk shot.
Cuka Apel bukan minuman ajaib untuk menurunkan berat badan. Hingga kini, bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut masih terbatas dan belum cukup kuat.
Jika ingin mengonsumsi Cuka Apel, penggunaannya sebaiknya dalam jumlah wajar sebagai bagian dari makanan. Untuk menjaga berat badan, tetap utamakan pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat.
Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat, konsultasikan konsumsi Cuka Apel dengan tenaga kesehatan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Editor : Ahmad Sayuti

