Curi Uang Rp445 M Termasuk Milik Jungkook BTS Rp98 M, Peretas Asal Tiongkok Ini Berhasil Ditangkap
Peretas yang mencuri uang Jungkook BTS dari saham sebesar Rp98 miliar kini telah ditangkap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHLORAN, Bandung - Baru-baru ini, pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, Kementerian Kehakiman mengumumkan bahwa seorang warga negara Tiongkok, yang diidentifikasi hanya sebagai Tn. A, telah diekstradisi dari Bangkok, Thailand, ke Bandara Internasional Incheon melalui kerja sama Interpol dan Kepolisian Metropolitan Seoul.
Tn. A telah memasuki Thailand pada bulan April, dan otoritas Korea berhasil menangkapnya dalam waktu dua minggu setelah mengajukan permintaan ekstradisi darurat.
Menurut penyelidikan, Tn. A mendalangi sebuah jaringan peretasan yang beroperasi di seluruh Thailand dan negara-negara lain, membobol situs web, termasuk layanan telekomunikasi, untuk mencuri data pribadi dalam jumlah besar.
Dengan menggunakan informasi ini, sindikat tersebut membuat akun ponsel atas nama korban, yang memungkinkan akses ke lembaga keuangan dan platform aset virtual.
Para peretas diyakini telah mencuri lebih dari ₩38 miliar KRW (sekitar $27,3 juta USD atau Rp445 miliar).
Salah satu korban yang paling terkenal adalah Jungkook dari BTS. Tak lama setelah dia menjalani wajib militer pada Januari 2024, para peretas membobol rekening sekuritasnya, mentransfer 33.500 lembar Saham HYBE senilai ₩8,4 miliar KRW (sekitar $6,1 juta USD atau Rp98 miliar).
Dari jumlah tersebut, 500 lembar Saham, senilai ₩126 juta KRW, dijual kepada pihak ketiga.
Berkat tindakan cepat BIGHIT MUSIC, aktivitas mencurigakan tersebut teridentifikasi sejak dini, dan Saham yang tersisa dibekukan sebelum kerugian lebih lanjut terjadi.
Jungkook BTS kemudian mengajukan gugatan perdata terhadap pembeli Saham curian tersebut.
Dalam putusan Pengadilan Distrik Barat Seoul, pengadilan menyatakan pengalihan Saham tersebut tidak sah, menegaskan Jungkook BTS sebagai korban pencurian identitas, dan memerintahkan pengembalian semua Saham curian.
Korban kelompok peretas ini dilaporkan termasuk para ketua chaebol dan CEO perusahaan ventura, menjadikan kasus ini salah satu kejahatan keuangan paling terkenal yang melibatkan selebritas dan tokoh bisnis papan atas dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan Tuan A yang kini berada di Korea Selatan, pihak berwenang diperkirakan akan mengajukan tuntutan tambahan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap keseluruhan operasi peretasan ini.***
Editor : Irma Nurfajri

