Daftar ke KPU KBB, Sundaya-Aa Maulana Bawa Program Pemberian Insentif Guru Ngaji
Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat perseorangan, Sundaya-Aa Maulana mengklaim bakal memprioritaskan pemberian insentif guru ngaji sebagai bagian dari visi misi yang mereka usung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat perseorangan, Sundaya-Aa Maulana mengklaim bakal memprioritaskan pemberian insentif guru ngaji sebagai bagian dari visi misi yang mereka usung.
Hal itu diungkapkan Sundaya-Aa Maulana saat mendaftar ke Kantor KPU Kabupaten Bandung Barat sebagai bakal pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2024.
"Insentif guru ngaji masuk dalam visi dan misi Mandiri yang kami usung. Dimana ada religius yang berkaitan erat dengan pemberdayaan ummat," kata Sundaya, Kamis 29 Agustus 2024.
Sundaya menilai, insentif guru ngaji bukan
sekadar bentuk penghargaan terhadap para pendidik. Namun juga sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang memiliki nilai keagamaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
"Komitmen religius bukan hanya jargon, tapi harus diimplementasikan. Salah satunya memberikan insentif bagi guru ngaji," ujarnya.
"Apalagi KBB mayoritas penduduknya muslim, jadi perhatian kepada guru ngaji menjadi prioritas," sambungnya.
Untuk mewujudkan program insentif guru agama, kata Sundaya, tidak cukup hanya dengan political will tapi juga political anggaran.
Sundaya menyebut, keberpihakan anggaran menjadi kata kunci untuk mewujudkan insentif guru ngaji.
"Bukan hanya guru ngaji, tapi pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya," ucapnya.
Seperti diketahui, Sundaya-Aa Maulana merupakan satu-satunya Bapaslon perseorangan di Pilkada KBB ini mengantongi 90.315 bukti dukungan. Sundaya menargetkan paling tidak bisa meraup suara 5 kali dari bukti dukungan.
"Kami optimistis jika 5 kali dukungan, Insya Allah bisa memenangkan Pilkada 2024," tandasnya.
Tak hanya itu, Sundaya menilai, harapan masyarakat Bandung Barat yang menginginkan pemimpin ke depan di KBB tak lagi tersandung masalah hukum sangat besar.
Oleh karenanya, Sundaya memilih KH Aa Maulana sebagai pendampingnya.
"Beliau bukan semata-mata, kelak menjadi wakil bupati tapi lebih dari itu sebagai dewan penasehat. Yang memberikan nasihat, arahan, dan benteng kekuatan untuk mencegah terjerumus ke persoalan hukum," ujarnya.
"Bagi kami, tidak hanya sekadar target menang tapi juga selamat hingga menyelesaikan tugas," tukasnya. ***
Editor : JakaPermana

