Dalam Kurun Sebulan, di Cianjur Telah Terjadi 16 Kali Bencana Alam

BPBD Cianjur mencatat dalam sebulan terakhir terjadi 16 kali bencana alam baik itu longsor banjir hingga angin puting beliung

Dalam Kurun Sebulan, di Cianjur Telah Terjadi 16 Kali Bencana Alam
BPBD Cianjur mencatat dalam sebulan terakhir terjadi 16 kali bencana alam


INILAHKORAN, Cianjur - Sebulan terakhir di tahun 2022, BPBD Cianjur mencatat telah terjadi 16 kali bencana alam termasuk longsor di jalan utama.

Kordinator Kedaruratan BPBD Cianjur, Wendi Mulyadi mengatakan, selama bulan Januari hingga awal Februari 2022, pihaknya mendata belasan bencana alam yang terjadi. Bencana alam didominasi longsor, banjir dan angin puting beliung dan sebagian besar melanda wilayah bagian selatan Cianjur.

"Untuk penanganan, kami berkoordinasi dengan aparat kecamatan, desa dan TNI/Polri serta warga sekitar, sehingga proses evakuasi hingga menyingkirkan material longsor, tidak sampai memakan waktu lama," katanya.

Baca Juga: Yuk Kenali Gedung Radio Cililin Bangunan Prasejarah Peninggalan Belanda

Ia menjelaskan, dari belasan kejadian, hanya 86 kepala keluarga yang mengungsi sementara, terutama warga di tiga kecamatan yang rumahnya terendam banjir seperti Kadupandak, Cidaun dan Sindangbarang, tidak ada korban jiwa dalam belasan bencana alam yang terjadi.

Sedangkan terkait penanganan bencana alam longsor di Kecamatan Pagelaran yang terjadi beberapa kali dalam satu pekan, tutur dia, saat ini masih diupayakan untuk segera dibangun tembok penahan tanah dari dinas terkait di Pemprov Jabar, agar saat longsor terjadi tidak menutup jalan.

"Untuk jalur selatan tepatnya di Kecamatan Pagelaran-Sukanagara yang rawan terjadi longsor susulan, saat ini, akan dipasang tembok penahan tanah. Kami masih menyiagakan relawan untuk memantau dan segera mengambil tindakan saat melihat tanda alam akan terjadinya bencana," katanya.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tebak Kata Shopee Level 176, 177, 178, 179, 180, Dapatkan Hadiah Menarik

Pihaknya tetap mengimbau warga di seluruh wilayah di Cianjur, untuk tetap siaga dan waspada bencana karena curah hujan masih tinggi dengan intensitas tinggi, sehingga rawan terjadi bencana alam seperti longsor, banjir dan angin puting beliung. (*)


Editor : inilahkoran