Dampak Bencana Sukajaya, Harga Gas 'Melon" Meroket Tiga Kali Lipat
Ahmad Sukur Warga Desa Kiara Sari mengeluh harga eceran tabung gas 3 Kg yang mencapai Rp 60.000,-, harga itu lebih dari tiga kali lipat dari harga yang dijual oleh para agen sebesar Rp 17.500,-.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sukajaya - Ahmad Sukur Warga Desa Kiara Sari mengeluh harga eceran tabung gas 3 Kg yang mencapai Rp 60.000,-, harga itu lebih dari tiga kali lipat dari harga yang dijual oleh para agen sebesar Rp 17.500,-.
Kepada pemerintah bagaimanapun caranya, pria berusia 26 tahun ini memohon untuk menormalkan harga eceran tabung gas 'melon' tersebut seperti awal di angka Rp 20 hingga 22 ribu.
"Sudah rumah dan insfrastruktur jalan kami rusak terdampak bencana alam banjir bandang ataupun longsor, harga eceran tabung gas 'melon' malah melonjak naik menjadi Rp 60 ribu barangnya pun langka. . Dengan penghasilan yang minim terus terang kalau begini terus pemasukan tidak seimbang dengan pengeluaran hingga kami meminta pemerintah menormalkan harga eceran gas 3 Kg tersebut," ucap Ahmad kepada wartawan, (Rabu, (8/1).
Mendengar keluhan korban bencana alam banjir bandang dan longsor, anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya meminta himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas (Hiswana Migas) maupun Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk melakukan operasi pasar.
"Atas keluhan warga korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor ini, kepada Hiswana Migas dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk melakukan operasi pasar gas 3 Kg atau 'melon' di lokasi terdampak bencana alam seperti di Sukajaya," pinta Asep.
Kepada perusahaan retail modern terutama yang berusaha di Bumi Tegar Beriman, Politisi Partai Demokrat ini mengetuk rasa kepeduliannya dengan memberikan 'dana' Corporate Social Responsibility (CSR).
"Selain gas 3 Kg, harga bensin naik menjadu Rp 15 - 20 ribu perliter, lalu sembako dan lainnya juga melonjak harganga. Untuk sembako saya rasa para perusahaan retail modern bisa memberikan gratis paket sembako sebagai bagian CSRnya," sambungnya.
Asep melanjutkan pemerintah daerah baik tingkat I maupun II seharusnya bisa berperan dalam menormalkan harga - harga gas 3 Kg, bensin, sembako dan lainnya di daerah terdampak bencana alam.
"Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat harus hadir di tengah masyarakat, dalam hal ini menormalkan harga - harga gas 3 Kg, bensin, sembako dan lainnya bisa dengan cara operasi pasar atau mensubsidi harganya," lanjut Asep. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

