Dampak PPKM Level 3 Mulai Terasa, Pengusaha Objek Wisata Pun Mengeluh

pasca diberlakukannya PPKM level 3 di KBB yang merupakan aglomerasi Bandung Raya memberikan dampak pada penurunan wisatawan di wilayah KBB

Dampak PPKM Level 3 Mulai Terasa, Pengusaha Objek Wisata Pun Mengeluh
Para pelaku usaha wisata mulai mengeluhkan penurunan kunjungan wisatawan pasca diterapkannya PPPKM level 3, seperti yang dialami obhej wisata Dago Dream Park di Lembang KBB.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mulai dikeluhkan para pelaku usaha wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, pasca diberlakukannya PPKM level 3 di KBB yang merupakan aglomerasi Bandung Raya memberikan dampak pada penurunan wisatawan di wilayah KBB.

Salah satunya seperti dirasakan objek wisata Dago Dream Park, Lembang KBB yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Atasi Kenaikkan Harga Daging Sapi, Albapsi Minta Pemerintah Turun Tangan

Public Relation Dago Dream Park Lembang, Revi Laurentius mengatakan, imbas diberlakukannya PPKM Level 3 kunjungan wisatawan mengalami penurunan.

Bahkan, menurutnya pada saat libur long weekend kali ini pengunjung juga normal tidak ada peningkatan signifikan.

"PPKM ada dampaknya, pengunjung jadi turun. Kalau dibandingkan kondisi normal bisa 70 persen, karena kan ada carrying capacity 25 persen," katanya.

Baca Juga: Sepekan, Sebanyak 14 Orang Pasien Positif Covid-19 di Garut Meninggal Dunia

Ia menyebut, wisatawan yang biasa datang ke Dago Dream Park kebanyakan dari Jabodetabek.

Ia menilai, dengan adanya PPKM Level 3 dan aturan ganjil genap diperjalanan pastinya mengurangi mobilitas wistawan yang hendak ke luar daerah.

"Alhasil tamu ke objek wisata pastinya tidak akan maksimal," ujarnya.

Adanya kebijakan dari pemerintah itu, jelas dia, cukup berpengaruh terhadap tingkat kedatangan wisatawan.

Baca Juga: Ikhlas Bantu Tetangga yang Sakit, Ian Mulyana Dapat Uang dari Ridwan Kamil untuk Operasi Bayinya

"Pengunjung di hari biasa bahkan jumlahnya paling sekitar ratusan," jelasnya.

Padahal, sambung dia, kapasitas tempatnya pada kondisi normal bisa menampung 10.000 pengunjung.

"Paling di weekend kunjungan sekitar 1.000 sampai 2.000, kalau hari biasa sekitar 500-700 wisatawan, dan bisa menikmati total sebanyak 30 wahana yang ditawarkan," sebutnya.

Sementara itu, Pengelola wisata lainnya, General Manager Taman Wisata Grafika Cikole Lembang, Sapto Wahyudi menyebut, tamu yang datang pada libur panjang kali ini kebanyakan adalah warga lokal Bandung Raya.

Baca Juga: Jelang Persib vs Persija, Robert Alberts Berharap Skuat Tidak Alami Tekanan Berarti

"Mereka sistemnya pun yang datang lalu pesen tempat, bukan dijadwalkan jauh-jauh hari," ujarnya.

"Tamu ada, cuma gak ramai karena sekarang masih PPKM Level 3. Kebanyakan wisatawan lokal yang datang bersama keluarga," tambahnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran