Daop 2 Waspadai 47 Titik Rawan Bencana di Jalur KA

Pada musim penghujan akhir-akhir ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mewaspadai sejumlah titik rawan bencana.

Daop 2 Waspadai 47 Titik Rawan Bencana di Jalur KA
Ilustrasi
INILAH, Bandung - Pada musim penghujan akhir-akhir ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mewaspadai sejumlah titik rawan bencana.
 
Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, ada sebanyak 47 titik yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. "Ke-47 titik rawan itu lokasinya menyebar ke timur Banjar dan barat Padalarang Cianjur. Di 47 titik itu kita dirikan posko dan menyiapkan petugas yang ahli," kata Joni, Jumat (16/11/2018).
 
Menurutnya, petugas yang disiapkan itu terdiri dari sejumlah ahli di bidangnya. Satuan kerja itu dinamai flying gank. Selain bisa menanggulangi, mereka pun bisa mengantisipasi dan menangani sejak dini.
 
Setiap regu flying gank itu dilengkapi dengan alat komunikasi. Fungsinya, jika terlihat ada indikasi amblesan maka petugas bisa langsung melaporkan untuk ditindaklanjuti.
 
Selain mendirikan posko, penjagaan jalur kereta itu pun dilakukan dengan berjalan kaki di atas rel. Ini dilakukan untun melihat secaa detil kondisi jalur di lapangan. "Posko dan petugas flying gank itu siap 1x24 jam. Kalau ingin tahu lokasinya, contohnya mereka ada di Padalarang, Purwakarta, Cimahi, dan Cibatu," ucapnya.
 
Selain mewaspadai tanah amblesan, bencana yang kerap mendominasi kejadian yakni banjir dan potensi jatuhan bebatuan dari atas bukit. Untuk itu, pihaknya menyiapkan personel dan alat material untuk siaga (AMUS). Gerbong datar AMUS ini dilengkapi dengan peralatan yang bisa langsung digunakan jika dibutuhkan. Gerbong ini ada di Bandung, Tasikmalaya, dan Padalarang.
 
Mengenai titik-titik lokasi bencana, Joni menyebutkan Warung Bandrek dan Bumi Waluya merupakan dua lokasi yang kerap dilanda tanah longsor dan amblesan. Namun, sejauh ini dia mengaku belum ada laporan.
 
"Yang ada paling laporan banjir di beberapa tempat. Tapi, kondisinya masih dalam ambang batas toleransi. Kereta masih bisa melalui jalur yang banjir itu dengan mengurangi kecepatan," ujarnya seraya menyebutkan batas toleransi genangan air itu sekitar 10 cm dari atas rel.


Editor : inilahkoran