Dari Filosofi Mancing, ASN Harus Sabar dan Taat Aturan
Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat Kota Bogor meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) mengambil pelajaran dari filosofi mancing. Pelajaran tersebut adalah melatih kesabaran dan selalu taat aturan, serta tidak menyerobot hak orang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat Kota Bogor meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) mengambil pelajaran dari filosofi mancing. Pelajaran tersebut adalah melatih kesabaran dan selalu taat aturan, serta tidak menyerobot hak orang.
Ade mengatakan, awalnya dirinya tidak pernah tertarik dengan mincing. Apalagi setelah Wali Kota Bogor Bima Arya mempertanyakan hikmah mincing. Kemudian dirinya pun menyempatkan hadir di lomba mancing.
"Wali Kota Bogor juga mempertanyakan, memang mancing ada peminatnya? Ternyata bisa 180 orang peminatnya. Luar biasa. Bahkan masih banyak yang ingin daftar. Saya mencoba mancing selama 30 menit, dapat tiga dan nikmat juga," ungkap Ade usai mengikuti lomba mancing dalam rangka HUT ke-48 Korpri yang digelar di Teras Air Kuntum Nurseris, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Minggu (17/11/2019).
Ade melanjutkan, semua ASN Kota Bogor perlu memaknai kegiatan mancing karena tidak sekadar membuang waktu. Ada tingkat kesabaran yang luar biasa, mampu mengkomunikasikan apa yang diminta kepada Allah SWT. Untuk melayani masyarakat atau menginginkan sesuatu itu perlu kesabaran. Selain itu harus memiliki strategi dalam melayani masyarakat, sama dengan strategi mancing.
"Hal kedua, kolam seluas ini dibagi 60 jalur. Setiap peserta harus on the track. Nah dalam bekerja harus pada fungsinya, tidak mengambil fungsi lainnya. Tidak saling mengganggu. Jadi poin utama itu kesabaran," tambahnya.
Ade menegaskan, mancing juga sebagai hiburan setelah ASN bekerja melayani masyarakat dan mengurus keuangan daerah.
"Tidak jarang orang stres saat bekerja. Refreshing juga penting. Mau mancing ataupun olah raga lainnya," terangnya.
Ketua Panitia Lomba Mancing HUT Korpri Bambang Suhermawan mengatakan, pemenang lomba mancing mendapatkan hadiah menarik, misalnya juara 1 mendapatkan sepeda motor, juara 2 TV LED, juara 3 kulkas, juara 4 mesin cuci, dan juara 5 sepeda.
"Masih banyak kegiatan lainnya di puncak acara, ada gerak jalan dengan hadiah umroh. Ada juga doorprize yang diundi setiap penghitungan jumlah ikan, sistem lomba dibagi tiga sesi pada Sabtu (16/11/2019). Kemudian setiap sesi diambil 20 orang. Kemudian pada Minggu (17/11/2019), 60 orang berlomba di final," tutur Bambang yang juga menjabat Kabid Pendataan dan Pelayanan Bapenda Kota Bogor.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bogor Endang Suherman mengatakan, momentum HUT Korpri menjadi ajang kebersamaan ASN Kota Bogor. Lomba mancing yang partisipasi peserta terbanyak. Sebagai salah satu ASN yang juga suka memancing, ia tidak melewatkan perlombaan sekaligus mewakili Humas dan Protokol.
"Saya targetnya menang, karena ini membawa nama Humpro. Tapi tentu yang penting bisa menghilangkan penat bekerja dan menjaga kebersamaan ASN," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : DeryFG

