Debit Air Situ Gede Surut, Pendapatan Tukang Perahu di Tasikmalaya Anjlok 75 Persen
Surutnya debit air di kawasan wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya berdampak langsung terhadap mata pencaharian para penyedia jasa sewa perahu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Surutnya debit air di kawasan wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya berdampak langsung terhadap mata pencaharian para penyedia jasa sewa perahu.
Kondisi tersebut membuat pendapatan para tukang perahu merosot hingga sekitar 75 persen karena minimnya wisatawan yang dapat dilayani.
Salah seorang tukang perahu di Situ Gede, Diki mengatakan penurunan permukaan air terjadi di wilayah barat dan telah berlangsung hampir satu bulan terakhir. Meski masih ada wisatawan yang datang, jumlah penyewa perahu jauh berkurang dibandingkan hari-hari normal.
"Biasanya kalau hari Minggu atau saat ramai bisa sampai 10 putaran. Sekarang bahkan tidak ada sama sekali," ujar Diki, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, surutnya air tidak hanya mengurangi jumlah penyewa, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan perahu. Batu yang ada di dasar danau membuat mesin perahu lebih rentan mengalami kerusakan saat beroperasi.
"Kalau air surut seperti ini risikonya lebih besar karena takut kena batu. Kalau mesin rusak harus dibawa ke Pangandaran untuk diperbaiki," katanya.
Diki menjelaskan, tarif sewa perahu sebesar Rp10 ribu per orang untuk rombongan lima orang atau lebih. Sementara untuk penumpang di bawah lima orang dikenakan tarif borongan Rp50 ribu per perjalanan dengan durasi sekitar 15 menit.
Akibat kondisi tersebut, pendapatannya turun drastis hingga sekitar 75 persen. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia kini lebih mengandalkan usaha lesehan yang juga dikelolanya di kawasan wisata tersebut.
Diketahui, Situ Gede memiliki luas sekitar 47 hektare. Penurunan debit air saat ini paling terasa di bagian barat kawasan danau sehingga aktivitas wisata perahu menjadi terbatas.
Editor : Doni Ramdhani

