Dedi Kusnandar: Para Pemain Kecewa Perayaan Konvoi Juara Persib

Gelandang Persib Dedi Kusnandar secara terang-terangan mengungkapkan perayaan konvoi juara di Kota Bandung, Minggu (24/5/2026) membuat kecewa para pemain.

Dedi Kusnandar: Para Pemain Kecewa Perayaan Konvoi Juara Persib
Dedi Kusnandari mengaku iring-iringan rombongan tim tidak berjalan dengan lancar. Bahkan, beberapa di antaranya tertangkap kamera meluapkan amarah kepada bobotoh. (muhammad ginanjar)

INILAHKORAN.ID - Gelandang Persib Dedi Kusnandar secara terang-terangan mengungkapkan perayaan konvoi juara di Kota Bandung, Minggu (24/5/2026) membuat kecewa para pemain.

Dedi Kusnandari mengaku iring-iringan rombongan tim tidak berjalan dengan lancar. Bahkan, beberapa di antaranya tertangkap kamera meluapkan amarah kepada bobotoh. 

“Mungkin semua bisa melihat kemarin kurang tertib. Pasti ada kekecewaan dari pemain, tapi ya itu ke depannya bisa jadi pembelajaran,” ungkap Dedi Kusnandar di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026).

Pemain yang akrab disapa Dado itu berharap kejadian ini dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk terus menjadi lebih baik. Sehingga jika Persib kembali menjadi juara, perayaan konvoi bisa berjalan aman dan lancar serta membuat para pemain puas.

“Mudah-mudahan bisa juara lagi tahun depan, bisa jadi pembelajaran ke depannya agar lebih terkoordinir. Kita tahu animo dari tahun ke tahun lebih luar biasa lagi, terus sebagai pembelajaran juga,” harapnya. 

Pemain bernomor punggung 11 itu mengaku sangat memahami antusias yang ditunjukan para bobotoh. Terbukti, para pendukung fanatik Persib ini memenuhi setiap sudut Kota Bandung. 

“Kita tahu animo bobotoh seperti apa jadi situasi seperti ini kita sudah tahu, sangat luar biasa animo antusiasme bobotoh perayaan juara ini sangat besar,” tuturnya.

Karena itu, Dado mengaku sangat bangga sebagai pemain Persib atas animo serta antusias yang ditunjukan bobotoh selama ini. 

“Saya titip buat bobotoh, boleh kita merayakan tapi jaga ketertiban, jaga keselamatan, karena itu yang paling penting,” tegasnya.


Editor : Doni Ramdhani