Dedi Mulyadi Sebut Pengangguran Terjadi Bukan Lantaran Lapangan Kerja Sedikit, Tapi Ini Sebabnya...

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pengangguran yang terjadi saat ini bukan karena ketersediaan lapangan kerja yang sedikit.

Dedi Mulyadi Sebut Pengangguran Terjadi Bukan Lantaran Lapangan Kerja Sedikit, Tapi Ini Sebabnya...
Sebabnya, lanjut Dedi, kualifikasi yang dibutuhkan antara perusahaan dengan sumber daya manusia (SDM) di Jabar belum sesuai. Akibatnya, tenaga kerja yang terserap oleh perusahaan yang ada di Jawa Barat, berasal dari daerah lain. Bukan dari masyarakat yang ada di kawasan sekitar industri. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pengangguran yang terjadi saat ini bukan karena ketersediaan lapangan kerja yang sedikit.

Sebabnya, lanjut Dedi, kualifikasi yang dibutuhkan antara perusahaan dengan sumber daya manusia (SDM) di Jabar belum sesuai. Akibatnya, tenaga kerja yang terserap oleh perusahaan yang ada di Jawa Barat, berasal dari daerah lain. Bukan dari masyarakat yang ada di kawasan sekitar industri.

"Jadi, jangan bicara bahwa hari ini lowongan kerja sangat terbatas. Menurut saya, lowongan kerja itu tersedia cuma kualifikasi yang tidak terpenuhi," ujar Dedi di Kota Bandung, Selasa 5 Agustus 2025.

Misalnya kata dia, perusahaan mobil BYD yang ada di Kabupaten Subang. Pada tahap pertama rekrutmen saja lanjut dia, membutuhkan 6-8 ribu tenaga kerja dan baru bisa memenuhi 1.500 orang. Selebihnya, didatangkan dari Purwakarta dan Karawang.

Sebab itu, dia meminta kepala daerah agar menyiapkan SDM, supaya ketika ada lowongan kerja, masyarakat lokal dapat diprioritaskan untuk terserap.

"Nah, ini kan saya sudah minta agar nanti besok tidak ramai lagi. Ketika masuk kemudian tenaga kerja lokalnya, daerahnya kurang terekrut, saya minta bupatinya kamu cari 3 ribu lagi. Latih sejak sekarang, arahkan, penuhi rekrutmen," ucapnya.

"Jangan sampai nanti begitu perusahaan berdiri, tenaga kerjanya direkrut, orang sananya tidak kebagian, ramai lagi. Nah, ini perlu kecermatan, kecerdasan pemerintah dalam membaca setiap peluang yang terjadi," imbuhnya.


Editor : Doni Ramdhani