Dedie Buka Peluang Kerja sama Wisata Sejarah dengan Belanda

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membeberkan hasil pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia H.E. Marc Gerritsen. Dedie melihat peluang besar dalam kerja sama wisata sejarah antara Kota Bogor dan Belanda.

Dedie Buka Peluang Kerja sama Wisata Sejarah dengan Belanda
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membeberkan hasil pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia H.E. Marc Gerritsen. Dedie melihat peluang besar dalam kerja sama wisata sejarah antara Kota Bogor dan Belanda.

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membeberkan hasil pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia H.E. Marc Gerritsen. Dedie melihat peluang besar dalam kerja sama wisata sejarah antara Kota Bogor dan Belanda.

"Kota Bogor merupakan rumah bagi banyak tempat bersejarah yang berhubungan dengan Belanda, termasuk Istana Bogor, bangunan era kolonial dan situs warisan budaya yang dapat menjadi objek wisata utama," ungkap Dedie kepada wartawan pada Rabu 26 Maret 2025.

"Saya menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kedatangan Dubes ke Kota Bogor. Kami ingin belajar dan berbagi pengalaman dalam upaya kami menjadikan Bogor menjadi kota yang lebih hijau, lebih inklusif dan berdaya saing global," tambah Dedie.

Dedie menjelaskan, Kota Bogor berharap dapat mengembangkan program wisata sejarah yang melibatkan pertukaran budaya, penelitian bersama, dan promosi pariwisata yang lebih luas antara Bogor dan kota-kota di Belanda.

"Hal ini tidak hanya akan memperkuat hubungan historis tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi kedua pihak melalui sektor pariwisata. Semoga pertemuan ini menghasilkan ide-ide baru yang bermanfaat hubungan dan kerja sama antara Bogor dan Belanda," jelas Dedie.

Dedie memaparkan, Kota Bogor terbuka untuk berkolaborasi dengan kota-kota di Belanda di berbagai sektor, seperti pengelolaan air, transportasi ramah lingkungan, dan pengembangan kota pintar. Dirinya menyadari bahwa banyak kota di Belanda yang unggul dalam pembangunan berkelanjutan.

"Semoga kunjungan Dubes Belanda mempererat persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun kedua belah pihak. Dan kami berharap dapat bekerja sama lebih lanjut di masa mendatang," papar Dedie.

Dedie membeberkan, sejarah panjang yang dimiliki Kota Bogor dan Belanda salah satu simbol utamanya adalah Kebun Raya Bogor (KRB) yang didirikan pada tahun 1817 oleh Prof. Caspar Georg Carl Reinwardt. KRB tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi dan penelitian botani, tetapi juga sebagai destinasi wisata ilmiah yang mempererat hubungan akademis antara Indonesia dan Belanda.

"Potensi KRB sebagai pusat penelitian dan kerja sama di bidang keanekaragaman hayati, khususnya dengan lembaga-lembaga di Belanda, diharapkan terus berkembang," pungkasnya.

Sebagai informasi, Dedie A. Rachim turut mengajak H.E Marc Gerritsen melihat deretan foto para pemimpin Kota Bogor sejak dahulu hingga sekarang dan menjelaskan sedikit arsitektur Belanda pada Kantor Balai Kota Bogor.***


Editor : JakaPermana