Dedie Usulkan Pembiayaan BPJS Kesehatan Ditanggung Pemerintah Pusat

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengusulkan agar pembiayaan Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan ditanggung oleh pemerintah pusat.

Dedie Usulkan Pembiayaan BPJS Kesehatan Ditanggung Pemerintah Pusat
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengusulkan agar pembiayaan Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan ditanggung oleh pemerintah pusat.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengusulkan agar pembiayaan Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Usulan tersebut disampaikan Dedie dalam Kongres United Cities and Local Governments (UCLG) yang berlangsung di Tangier, Maroko pada 23-25 Juni 2026.

"Kebijakan tersebut dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat," ungkap Dedie pada Jumat (26/6/2026).

Dedie memaparkan, bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah dinamika politik, ekonomi dan kondisi global yang terus berubah. 

"Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah agar pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal," paparnya.

Dedie menjelaskan, salah satu komponen belanja daerah yang cukup besar adalah pembiayaan Bantuan Iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Apabila pembiayaan tersebut dapat sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Pusat, maka pemerintah daerah memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk mengalokasikan anggaran pada sektor-sektor strategis lainnya.

"Anggaran yang tersedia dapat lebih difokuskan untuk memperkuat pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat," jelas Dedie

Dedie menambahkan, penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, pembagian peran yang proporsional akan membantu daerah bergerak lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

"Saya juga berbagi pengalaman Kota Bogor dalam menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik dan program kesejahteraan masyarakat. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga," tambahnya.

Dedie berpendapat, kongres UCLG menjadi forum strategis bagi para kepala daerah dunia untuk bertukar pengalaman, membangun kolaborasi, serta merumuskan berbagai solusi atas tantangan pembangunan perkotaan yang dihadapi negara-negara di dunia.

"Dalam menghadiri kegiatan itu, seluruh akomodasi ditanggung oleh panitia tanpa membebankan APBD," pungkasnya.*** (adv)


Editor : JakaPermana