Dedie Minta Partisipasi Aktif Masyarakat untuk Divaksin
Hingga saat ini, proses penyuntikan vaksin bagi masyarakat baru berjalan sekitar 43 persen untuk tahap pertama. Sedangkan untuk tahap kedua, penyuntikan baru berjalan 21 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Hingga saat ini, proses penyuntikan vaksin bagi masyarakat baru berjalan sekitar 43 persen untuk tahap pertama. Sedangkan untuk tahap kedua, penyuntikan baru berjalan 21 persen.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, melihat capaian itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih memiliki pekerjaan untuk memobilisasi masyarakat agar mau divaksin.
"Secara umum masih harus didorong supaya partisipasi aktif masyarakat dalam ikut vaksinasi ini semakin banyak dan bertambah. Itu yang harus kita lakukan," ungkap Dedie, Kamis (12/8/2021).
Dedie melanjutkan, saat ini pula, ada sekitar 18 titik sentra vaksin ditambah dengan titik bantuan dari unsur TNI dan Polri. Hal itu pun sebagai upaya memudahkan masyarakat yang belum divaksin untuk segera datang ke sentra vaksin terdekat.
"Diketahui ada beberapa sentra vaksin di Kota Bogor, seperti di Bogor Timur, Puri Begawan, Boxies Mal, Jambu Dua, Braja Mustika, DPRD Kota Bogor, Botani Square, Bina Insani, Transmart, Tunas Harapan, Mal BTM, SMA 7, Kinderfield, SMP 14, SMK 2, SMA 6, At - Taufiq, dan SMA Ummul Quro," tuturnya.
Dedie menerangkan, prioritas memang untuk yang sentra vaksin Kota Bogor adalah diperuntukkan bagi mereka yang ber-KTP Kota Bogor. "Stok (vaksin) sejauh ini yang sedang ada adalah Astrazeneca. Ada juga Moderna untuk yang dosis ketiga," terangnya.
Untuk dosis ketiga tersebut, kata Dedie, akan mulai disuntikkan jika capaian vaksinasi sudah mencapai 50 persen. Di samping itu, Pemerintah Pusat sudah mengisyaratkan untuk menjadikan vaksin sebagai syarat masuk mal.
"Itu sangat memungkinkan (syarat vaksin untuk masuk mal), tapi kalau sekarang kan belum diterapkan di Kota Bogor. Ya kami berharap tentu seperti yang sudah dilakukan pelonggaran di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang, Insyaallah kalau nanti pasca-tanggal 16 Agustus barangkali Kota Bogor juga bisa diberikan dispensasi," jelasnya.
Terpisah, pemilik Boxies 123 Mal, Anton Suleiman menyatakan, pihaknya siap membantu Pemkot Bogor untuk mempercepat capaian vaksinasi. Salah satunya dengan menjadikan mal sebagai sentra vaksin. Anton juga menyatakan, Boxies 123 Mal sepakat jika vaksin dijadikan syarat untuk masuk mal.
"Artinya kami seleksi orang-orang yang sudah aman dengan divaksin. Lalu juga menyosialisasikan kalau orang itu merasa bermanfaat dengan vaksin itu. Makanya, dengan percepatan vaksinasi ini juga kami berharap semua normal kembali," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : suroprapanca

