Delman Moda Transportasi Tradisional yang Dibayangi Ancaman Kepunahan

Moda tradisional delman kian hari semakin memperhatinkan. Tak hanya sepi penumpang, delman juga dibayangi ancaman kepunahan.

Delman Moda Transportasi Tradisional yang Dibayangi Ancaman Kepunahan
Delman Tagog Padalarang

INILAHKORAN, Ngamprah- Siapa tak tahu delman?, moda transportasi yang satu ini merupakan andalan pada zamannya. Hingga kini di beberapa daerah di Indonesia khususnya di dataran rendah, delman tetap dimintai di tengah ancaman kepunahan.

Moda transportasi delman juga sejak lama hadir di Kabupaten Bandung Barat. Tak hanya di kawasan Jalan Raya Padalarang, moda transportasi tradisional delman pernah juga mengalami masa keemasannya di kawasan Batujajar.

Selain sebagai angkutan yang dipakai masyarakat untuk pergi ke pasar warga sekitar, delman juga menjadi moda transportasi yang digunakan untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata seperti Danau Saguling, Museum Bahari dan Villa Prancis.

Kendati demikian, ancaman kepunahan delman juga terjadi lantaran berkurangnya penumpang delman akibat tempat wisata yang ditutup.

Baca Juga: Menyedihkan, Angkutan Delman Tagog Padalarang Nasibmu Kini....

Yaya (60) seorang kusir delman asal Kampung Pajajaran, Desa Pangauban mengaku kehilangan banyak penumpang lantaran pandemi Covid-19.

"Dulu penumpang lumayan banyak apalagi ada wisata di danau Saguling. Sekarang ada Corona sepi," katanya, Kamis 23 September 2021.

Sebelumnya, kata Yaya, delman yang berada di kawasan Pasar Batujajar biasa mengangkut penumpang ke kawasan Selacau, Pangauban, hingga Cililin.

Namun, sambung dia, kini yang masih ramai pengguna tinggal penumpang ke kawasan Desa Pangauban karena belum ada angkutan umum.

Serupa dengan kondisi angkutan delman di Padalarang, angkutan delman di Batujajar pun jumlah terus berkurang. Kini, lanjut Yaya, total delman di Batujajar tak lebih dari 20 unit.

Baca Juga: Jokowi Akan Berantas Mafia Tanah, Fadli Zon: Sulit Dipercaya Jika Tak Direalisasikan

"Sama di sini juga makin sedikit, tinggal 20 paling. Mungkin karena penumpang kurang, penghasilannya kecil," jelas Yaya.

Satu Suara Selamatkan Delman dari Kepunahan

Endang dan Yaya memiliki satu suara dan harapan yang sama agar delman ini bisa diselamatkan dan dilestarikan. Keduanya meminta pemerintah segera turun tangan agar moda angkutan tradisionla ini tidak punah. Terlebih, nasib para kusir delman bisa diselamatkan.

"Kami ingin di tempat khusus trayeknya jelas tidak bersinggungan dengan angkutan lain agar persaingannya sehat," harapnya.

Sementara itu, Endang memberikan pilihan agar delman bisa dijadikan kendaraan khusus ke tempat wisata seperti Situ Ciburuy atau Danau Saguling.

"Kalau di daerah lain delmannya dipercantik dan dihias. Ini dipakai untuk angkutan wisata," tukasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran