Dengan Transformasi Digital, Semua Kegiatan Bisa Dilakukan secara Daring

Di masa pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah sektor ikut terdampak. Namun, bukan berarti menurunkan semangat dalam melakukan aktivitas.

Dengan Transformasi Digital, Semua Kegiatan Bisa Dilakukan secara Daring

INILAHKORAN, Cirebon - Di masa pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah sektor ikut terdampak. Akan tetapi bukan berarti hal itu menurunkan semangat dalam melakukan aktivitas. Transformasi digital menjadi solusi untuk tetap melakukan aktvitas, meskipun harus dilakukan secara daring.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Sugeng Darsono, Jumat 24 September 2021. Menurutnya, meskipun pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan untuk tidak mengerjakan sesuatu. Bahkan, dengan teknologi informasi yang kian maju, masyarakat bisa melakukannya secara online.

"Di masa pandemi ini justru transformasi digital sangat memberikan manfaat, karena aktivitas yang tadinya hanya melakukan tatap muka sekarang bisa dilaksanakan melalui virtual," kata Sugeng saat membuka acara Sosiaslisasi Pengelolaan E-Government.

Baca Juga: Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Cirebon Harus Didukung Langkah Progresif

Sugeng menjelaskan, dengan adanya transformasi digital, semua kegiatan bisa dilakukan secara daring. Bahkan, bisa mengurangi beban biaya yang dikeluarkan.

"Biasanya kita rapat kerja di Bandung, Jakarta secara langsung, sekarang bisa dilakukan dengan daring. Ini bisa menghemat anggaran yang dikeluarkan oleh lembaga sehinga bisa efektif," ungkapnya.

Selain itu, kata Sugeng, pertumbuhan ekonomi secara digital semakin berkembang di masa pandemi Covid-19. Sebab, semua kebutuhkan dilakukan secara Online.

Baca Juga: Innalillahi! Dua Truk Tronton Kecelakaan di Cianjur, Satu Orang Meninggal Dunia

"Usaha yang secara online merasa terbantu dengan adanya pandemi, karena mereka hanya diam di rumah. Butuh apa tinggal online. Akan tetapi ada juga yang dirugikan misalnya mal dan hotel. Mereka sangat terdampak. Sehingga akibat pandemi Covid-19 angka pengangguran di Kabupaten Cirebon meningkatkan," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan transformasi digital itu kegiatan di masa pandemi Covid-19 bisa dilalui. Semua yang dilakukan secara daring merupakan bentuk ikhtiar sebagai solusi dalam menghadapi Covid-19. Jangan sampai dengan adanya Covid-19, sebuah kegiatan berhenti total.

"Jadi dengan adanya transformasi digital, masyarakat Kabupaten Cirebon bisa terbantu," kata Sugeng.

Baca Juga: Bupati Cirebon dan BBWS Cimanuk Cisanggarung Bahas Antisipasi Banjir dan Kekeringan

Sugeng menambahkan, pada 2018 lalu Kabupaten Cirebon sudah masuk 100 kota/kabupaten gerakan smart city se-Indonesia. Dari data survei Asosiasi Pengusaha Jaringan Internet, jumlah penduduk Indonesia sekarang mencapai 267 juta lebih, dan yang sudah melek internet sudah 212 juta.

"76 persen masyarakat Indonesia sudah melek internet. Untuk Jabar dari jumlah penduduk 50 juta lebih yang sudah melek internet mencapai 35 juta lebih, hampir 85 persen warga Jabar melek internet. Sedangkan desa di Jabar berjumlah 5.312 dan sudah 4.240 desa yang sudah terkoneksi internet. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon dengan jumlah 412 desa 12 kelurahan semuanya sudah terkoneksi jaringan internet," tukasnya. (maman suharman)


Editor : inilahkoran