Di Garut, Ulat Grayak Merebak Serang Tanaman Jagung

Memasuki musim tanam jagung dan seiring masuknya musim hujan, hama ulat grayak atau Spodoptera frogiperda merebak dan menyerang hektaran tanaman jagung di sejumlah daerah Kabupaten Garut.

Di Garut, Ulat Grayak Merebak Serang Tanaman Jagung
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Memasuki musim tanam jagung dan seiring masuknya musim hujan, hama ulat grayak atau Spodoptera frogiperda merebak dan menyerang hektaran tanaman jagung di sejumlah daerah Kabupaten Garut.

Kawasan sentra tanaman jagung terparah diserang ulat grayak di Desa Binakarya Kecamatan Banyuresmi dengan luas tanaman terserang mencapai sekitar 10 hektare.

Mengantisipasi kian meluasnya serangan hama ulat grayak tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut gencar melakukan monitoring dan diseminasi informasi kepada para kelompok tani di seluruh kecamatan. 

Para petani diberi pemahaman seputar ciri, cara pencegahan, dan cara penanggulangan serangan hama ulat grayak terhadap tanaman. Termasuk, jenis obat-obatan yang dapat digunakan.

Menurut Kepala Distan Garut Beni Yogi, hama ulat grayak terbilang ganas karena tak pernah berhenti memakan batang tanaman. Ujungnya, tanaman rusak dan patah.

“Serangan hama ulat grayak di Desa Binakarya terbilag paling parah dibandingkan daerah lain di Garut. Serangan ulat grayak memusnahkan tanaman jagung hampir sepuluh hektare di desa ini,” ujarnya, Selasa (7/1/2020).

Beni menyarankan para petani saling bergotong royong menanggulangi hama di musim hujan supaya lahan pertanian jagung mereka akan saling terjaga, dan menguntungkan. Semisal dengan melakukan tanggung renteng antarpetani dalam membeli obat-obatan.

Pada kesempatan tersebut, Distan Garut juga mengenalkan para petani akan pemanfaatan drone dimodifikasi untuk penyiraman tanaman jagung secara merata.

Distan mencatat, serangan ulat grayak yang meresahkan para petani jagung itu juga sempat muncul pada musim tanam jagung pada April-Mei 2019 lalu. (Zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani