Di Tengah Persiapan Comeback, aespa akan Kolaborasi dengan G-Dragon di Lagu 'WDA'

Dalam comeback album 'LEMONADE' girl grup aespa akan lakukan kolaborasi dengan G-Dragon untuk lagu 'WDA'.

Di Tengah Persiapan Comeback, aespa akan Kolaborasi dengan G-Dragon di Lagu 'WDA'
Girl grup aespa dan G-Dragon BIGBANG.

INILAHKORAN, Bandung - Akhir bulan Mei 2026 ini, girl grup aespa akan melakukan comeback yanh sangat dinantikan.

Kini aespa kembali mendominasi diskusi K-Pop setelah laporan mengungkapkan bahwa G-Dragon BIGBANG akan tampil dalam lagu pra-rilis grup tersebut yang berjudul 'WDA (Whole Different Animal)'.

Menurut daftar ulasan siaran KBS yang baru-baru ini diterbitkan, lagu yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa, 12 Mei 2026 tersebut menampilkan G-Dragon sebagai artis tamu. 

Berita ini langsung viral di media sosial, dengan para penggemar menyebutnya sebagai salah satu kolaborasi paling tak terduga dan bergengsi di tahun 2026 sejauh ini.

kolaborasi ini sangat signifikan karena aespa menjadi girl grup generasi keempat pertama yang secara resmi berkolaborasi secara musik dengan G-Dragon, yang sering disebut sebagai salah satu ikon K-pop paling berpengaruh. 

kolaborasi ini menyatukan dua generasi artis yang menentukan tren: sosok legendaris yang membentuk K-Pop modern dan salah satu girl group paling dominan di industri saat ini secara global.

Hubungan antara G-Dragon dan aespa telah berkembang secara stabil sepanjang tahun lalu.

Awal tahun 2025, member aespa, Karina, membintangi video musik untuk lagu G-Dragon yang berjudul 'Too Bad', menciptakan kehebohan viral berkat chemistry dan visual mereka yang mencolok. 

Para penggemar sangat terpesona oleh fakta bahwa kedua artis tersebut lahir di Tahun Naga meskipun terpisah oleh satu siklus zodiak penuh.

Kemudian, aespa juga muncul di acara variety show G-Dragon, 'Good Day', di mana para member secara bercanda memenangkan kesempatan untuk berkolaborasi dengannya melalui segmen permainan. 

Pada saat itu, banyak penonton menganggapnya sebagai bentuk fan service yang main-main, tetapi kolaborasi tersebut kini telah menjadi kenyataan.

Kedua artis tersebut juga telah beberapa kali saling mendukung secara terbuka melalui konser dan acara, yang semakin memicu antusiasme penggemar menjelang perilisan.

Para pengamat industri sudah memprediksi bahwa 'WDA' bisa menjadi salah satu game digital terlaris tahun ini setelah dirilis.

comeback album 'LEMONADE'

aespa bersiap untuk kembali dengan gebrakan besar melalui album penuh kedua mereka, 'LEMONADE'.

album ini dijadwalkan rilis pada 29 Mei 2026, pukul 1 siang KST, sementara 'WDA' akan dirilis lebih awal sebagai lagu pra-rilis pada 12 Mei.

Proyek ini menandai album studio pertama girl grup aespa dalam hampir dua tahun sejak 'Armageddon'.

album baru ini diharapkan menampilkan arah musik yang lebih matang sekaligus meluas melampaui suara elektronik futuristik yang berat yang sebelumnya mendefinisikan sebagian besar identitas aespa.

Namun, konsep visual grup tersebut telah menjadi topik pembicaraan terbesar di dunia maya.

Dari gambar teaser pertama saja, aespa telah memukau penggemar dengan estetika ultra-gelap, surealis, dan sinematik yang berbeda dari apa pun yang saat ini mendominasi K-Pop.

Jika 'Armageddon' sangat condong ke citra cyberpunk pasca-apokaliptik, 'LEMONADE' tampaknya mendorong lebih jauh ke wilayah fantasi distopia dan horor psikologis.

Dalam teaser, para member tidak lagi menyerupai idola tradisional. Sebaliknya, mereka tampil sebagai makhluk gaib dari dimensi alternatif, dikelilingi oleh makhluk mitologi hibrida dan simbolisme fantasi yang menyeramkan.

Karina dan Winter terlihat bersama makhluk bersayap hitam mirip kuda dengan ekor kalajengking, sementara Giselle mengejutkan penggemar dengan gaya yang terinspirasi reptil yang dipadukan dengan ekor kalajengking biomekanik. 

Ningning juga merangkul visual fantasi album yang meresahkan, melengkapi apa yang oleh banyak penggemar digambarkan sebagai konsep aespa yang paling ekstrem hingga saat ini.

Para penggemar internasional telah mulai mengembangkan teori bahwa album tersebut mengambil inspirasi dari "Empat Penunggang Kuda Kiamat" dari Kitab Wahyu. 

Citra yang terkait dengan penaklukan, perang, kelaparan, dan kematian muncul di seluruh cuplikan, membuat banyak orang berspekulasi bahwa aespa sedang membangun narasi tentang kehancuran yang menjadi awal dari era baru setelah 'Armageddon'.

SM Entertainment semakin meningkatkan antisipasi dengan merilis trailer sinematik LEMONADE Complæxity, yang dengan cepat memicu diskusi teori besar-besaran di TikTok dan X. 

Banyak penonton membandingkan trailer tersebut dengan film fiksi ilmiah psikologis bergenre fesyen kelas atas, bukan sekadar teaser comeback K-pop biasa.Seni & Hiburan

Seiring dengan menyebarnya gambar-gambar teaser secara cepat di internet, aespa sekali lagi membuktikan mengapa grup ini tetap menjadi salah satu grup K-Pop modern yang paling ambisius secara visual dan berorientasi pada konsep. 

Ditambah dengan kolaborasi kejutan yang menampilkan G-Dragon, ekspektasi untuk comeback ini telah mencapai level yang sepenuhnya baru.***


Editor : Irma Nurfajri