Diam-diam Robert Alberts Hitung Waktu Recovery Tim Liga 1, Ternyata Persib Paling Minim...

Pelatih Persib Robert Alberts menghitung masa recovery tim papan atas Liga 1 Indonesia. Hasinya, mengejutkan!

Diam-diam Robert Alberts Hitung Waktu Recovery Tim Liga 1, Ternyata Persib Paling Minim...
Robert Alberts menyebut Persib sebagai tim yang paling minim mendapatkan waktu recovery.

 

INILAHKORAN, Bandung- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts diam-diam melakukan perhitungan mengenai waktu recovery seluruh Liga 1 2021/2022, terutama di bulan Maret ini.

Pasalnya, dikatakan Robert Alberts bulan Maret menjadi bulan paling krusial bagi para peserta tim Liga 1.

Tidak hanya untuk tim yang mengejar gelar juara, lanjut Robert Alberts, melainkan juga untuk tim yang tengah berupaya lolos dari zona degradasi.

Robert Alberts menghitung bahwa Persib menjadi tim yang paling memiliki waktu recovery paling sedikit dibandingkan dengan lima tim teratas di puncak klasemen sementara.

Baca Juga: Setelah Hyunsik, Kini Giliran Sungjae, Changsub dan Peniel BTOB yang Dinyatakan Positif Covid-19

"Saya sudah melakukan kalkulasi, tim yang bermain di bulan Maret, dari lima tim teratas, Persib adalah tim yang waktu recovery-nya paling sedikit. Itu sangat menarik," kata Robert Alberts.

Sementara untuk tim yang paling banyak memiliki waktu recovery adalah Bhayangkara FC. Hasil itu, menunjukan ketidak adilan bagi para peserta termasuk Persib.

"Itu tidak adil. Jika kompetisi digelar secara terpusat di satu wilayah, seharusnya itu adil dan semua mendapat hal yang sama, tapi di sini tidak. Kami paling sedikit waktu recovery, sedangkan Bhayangkara yang paling banyak. Silakan kalian periksa sendiri," katanya.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Jumat 11 Maret 2022: Ricky Pingsan Usai Selamatkan Keysha, Begini Respon Mama Sarah

Sebelumnya, Robert juga mengaku iri dengan Bali United. Pasalnya, tim berjulukan Serdadu Tridatu itu bermain di kandangnya sendiri di laga penentuan Liga 1 2021/2022.

Robert Alberts bahkan menyinggung PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Sebab penunjukan Bali sebagai tempat penyelenggaraan, terjadi sejak series keempat.

Padahal, dikatakan Robert Alberts, dalam aturan yang diterapkan, disebutkan bahwa setiap tim tidak diperbolehkan bermain di kandangnya sendiri selama Liga 1 2021/2022 bergulir.

Baca Juga: Puluhan Sampel Swab Tes Dikirim ke Labkesda Jabar, Dinkes Cimahi Minta Hal Ini

"Itu sudah jelas bahwa ketika Liga musim ini digelar, sudah dituliskan dalam regulasi bahwa tidak ada tim yang diizinkan tampil di kandang. Tapi kini kami semua dipaksa untuk pergi ke Bali. Bali United tentu memiliki keuntungan besar," ujar Robert Alberts usai menghadapi Arema FC, Rabu 9 Maret 2022 malam.

Pelatih asal Belanda ini pun mencontohkan apabila series ketiga, keempat dan kelima digelar di Bandung. Persib dipastikan tidak bisa bermain di Stadion si Jalak Harupat dan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

"Tapi kami boleh bermain di Siliwangi karena itu bukan kandang kami. Bagaimana menurut kami pandangan tim lain terhadap kami? Tetap saja itu keuntungan kandang kan?," tanya Robert Alberts.

Baca Juga: Ditanya Soal Ketertarikan Jadi Capres 2024, Begini Jawaban LBP

Karena itu, Robert Alberts menilai secara objektif bahwa Bali United mendapatkan keuntungan di series terakhir atau laga penentuan ini. Termasuk juga secara jadwal pertandingan.

"Bali diuntungkan karena mereka selalu tampil melawan tim yang baru bertanding dengan kami. Jadi itu menjadi keuntungan lainnya bagi mereka. Mereka kini masih di atas, bermain di Bali dan bisa melihat bagaimana tim lawan yang dihadapi berikutnya ketika bertemu kami," bebernya.

Robert Alberts memastikan penyataan ini bukan mengkritisi Bali United. Terlebih, Ilija Spasojevic sudah bekerja dengan sangat baik di Liga 1 2021/2022 dengan menempati puncak klasemen sementara.

Baca Juga: Polda Jabar Bantah Buka Posko untuk Korban Doni Salmanan, Begini Penjelasannya

"Saya tidak mengkritisi pemain atau pelatihnya karena mereka juga bekerja dengan baik, kami menaruh hormat. Tapi situasinya yang kami soroti dan kami juga tidak bisa berbuat apa-apa," pungkasnya.***(Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran