Didesak Mundur Usai Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli: Kekuasaan Itu Milik Allah
Menhut Raja Juli tanggapi terkait dirinya yang didesak mundur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni buka suara menanggapi desakan sejumlah pihak yang meminta dirinya mundur usai bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ia disebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kerusakan hutan dan dampaknya terhadap bencana tersebut.
Menanggapi kritik yang semakin deras, Raja Juli menegaskan bahwa dirinya siap dievaluasi kapan pun oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Saya yakin, kekuasaan itu milik Allah. Itu hak prerogatif presiden. Jadi saya siap dievaluasi,” ujarnya dikutip Senin, (8/12).
Ia menekankan bahwa tugasnya sebagai menteri adalah bekerja sebaik mungkin, sementara keputusan atas jabatannya sepenuhnya berada di tangan Presiden.
“Jadi monggo, tanggung jawab saya hanya bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa. Selanjutnya itu hak prerogatif Pak Presiden,” tambahnya.
Raja Juli juga mengaku mengetahui besarnya gelombang kritik di media sosial yang menyoroti perannya dalam pengelolaan hutan dan mitigasi bencana.
“Saya katakan tadi, kritik netizen kepada saya tidak pernah saya hapus. Itu bagian dari aspirasi, kemarahan, bahkan harapan dan ekspektasi,” pungkasnya.
Editor : Firda Rachmawati

