Diduga Terkena Serangan Jantung saat Bertugas, Kasubag Rendatin KPU KBB Meninggal Dunia
Suasana berkabung tengah menyelimuti keluarga besar KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) usai salah satu jajaran terbaiknya, yakni Kasubag Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB), Freni Satria Mulya dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di Cirebon, Rabu 13 Desember 2023.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Suasana berkabung tengah menyelimuti keluarga besar KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) usai salah satu jajaran terbaiknya, yakni Kasubag Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB), Freni Satria Mulya dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di Cirebon, Rabu 13 Desember 2023.
Kabar meninggalnya Freni Satria Mulya dibenarkan Komisioner KPU KBB, Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu, Cep Suryana.
Cep Suryana mengatakan, meninggalnya Freni Satria Mulya diduga karena serangan jantung saat menjalankan tugas. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, mantan wartawan harian Tribun Jabar itu pingsan dan sempat di bawa ke rumah sakit.
"Benar, Kang Freni meninggal dunia saat sedang menjalankan tugas persiapan Pemilu 2024. Saya dapat informasi dari rombongan yang ikut kesana," katanya saat dikonfirmasi.
Pria yang akrab disapa Boim itu menceritakan, Freni diduga meninggal setelah terkena serangan jantung. Sempat jatuh pingsan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.
Rencananya, jenazah Freni akan disemayamkan di rumah duka, Kecamatan Cisarua, KBB. Jenazah berangkat dari Cirebon pukul 17:00 WIB.
Alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik dikenal sosok ramah, santun, dan murah senyum. Karena pernah bekerja di perusahaan media sehingga akrab dengan semua wartawan.
"Jujur saja, saya kaget mendapat kabar meninggalnya Kang Freni. Karena memang tak mengeluh sakit, jadi secara lahiriah sehat-sehat saja," ujarnya.
"Tapi memang, umur orang tidak ada yang tahu. Sekarang kami hanya bisa berdoa, semoga amal ibadahnya diterima di sisi. Allah SWT dan dihapuskan segala dosanya," ungkapnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

