Diinisiasi Lansia, KWT Bersahaja Jadi Penggerak Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan
Keberadaan KWT Bersahaja di RT 04 RW 07 menjadi penggerak utama ketahanan pangan dan pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lurah Kebon Pedes Lulut Wiyono menuturkan, keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersahaja di RT 04 RW 07 menjadi penggerak utama ketahanan pangan dan pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat di wilayahnya.
"Hari ini kami sengaja mengenalkan potensi wilayah, salah satunya KWT Bersahaja di RT 04 RW 07. Ini diinisiasi ibu-ibu lansia yang luar biasa dan konsisten menjadi penggiat lingkungan, " ungkap Lulut di KWT Bersahaja kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Lulut memaparkan, mereka mengelola pengolahan sampah menjadi pupuk hingga memanfaatkan lahan tidur milik warga untuk pembibitan dan penanaman yang sudah berjalan selama dua tahun.
"Pemanfaatan lahan untuk KWT menggunakan skema kolaborasi yang erat. Melalui sepakat pinjam-pakai tanpa biaya selama kurang lebih dua tahun, sebanyak 11 titik lahan warga dipadukan dengan fasilitas umum untuk dikelola ibu-ibu KWT," terangnya.
Lulut menjelaskan, selain memperasri lingkungan dan mengisi waktu luang, hasil panennya turut menambah nilai ekonomi keluarga serta mempersiapkan wilayah menghadapi ajang lomba Bogor Bersih.
"Keberadaan KWT Bersahaja melengkapi jaringan KWT di Kebon Pedes yang kini berjumlah tiga kelompok, bersama KWT Mekar Sari dan KWT Wijaya Kusuma. KWT Wijaya Kusuma sendiri dikenal sebagai KWT percontohan terbaik yang pernah ditinjau langsung oleh Presiden dan Menteri," jelasnya.
Lulut menambahkan, keberhasilan KWT percontohan tersebut kini direplikasi ke wilayah sekitar guna mendukung program Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Peatland/Crop Resilience (PCR).
"Selain pemanfaatan lahan pertanian kota, sistem pengelolaan sampah terpadu di Kebon Pedes juga diperkuat dengan keberadaan Bank Sampah dan unit pengolahan sampah mandiri," tambahnya.
Lulut menuturkan, edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga dimasifkan melalui sosialisasi rutin setiap Sabtu, pengajian malam Sabtu, hingga pertemuan RW pada hari Minggu.
"Upaya ini dilakukan untuk menyongsong rencana strategis Pemerintah Kota Bogor yang akan membangun PSEL (pengolahan sampah menjadi energi listrik) di Kelurahan Kayumanis," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

