Stok Pangan Cimahi Aman saat El Nino, Cadangan Beras Pemerintah Capai 73 Ton
Pemkot Cimahi memastikan stok pangan aman selama El Nino. Cadangan beras pemerintah mencapai hampir 74 ton untuk mengantisipasi kelangkaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap aman meski wilayah tersebut tengah menghadapi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Pemerintah Kota Cimahi menegaskan stok pangan saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok, termasuk beras, karena pasokan masih dalam kondisi stabil.
"Alhamdulillah untuk ketersediaan pangan saat ini masih mencukupi dan dalam kondisi aman menghadapi musim kemarau panjang ini. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau panik terkait ketersediaan kebutuhan pangan, termasuk beras," kata Tita, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, Kota Cimahi bukan merupakan daerah sentra produksi pangan sehingga sebagian besar kebutuhan pokok dipenuhi dari pasokan daerah lain. Meski demikian, koordinasi dengan daerah pemasok terus diperkuat agar distribusi pangan tetap lancar selama musim kemarau.
"Memang untuk kebutuhan pangan kita sejauh ini disuplai dari daerah lain. Contohnya beras, mengingat ketersediaan lahan pertanian di wilayah kita sangat terbatas," ujarnya.
Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemkot Cimahi menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari meningkatkan ketersediaan umbi-umbian, pangan hewani, buah-buahan, kacang-kacangan, biji berminyak hingga gula sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pemanfaatan lahan terbatas melalui program pertanian perkotaan. Warga diajak memanfaatkan pekarangan, lahan kosong, hingga ruang sempit untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.
"Program yang ditawarkan meliputi pembentukan kebun komunitas, berkebun di atap rumah, hingga budikdamber atau budidaya ikan dalam ember. Seluruh model ini sangat cocok diterapkan di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang," jelas Tita.
Selain memperkuat sektor pertanian dan hortikultura berkelanjutan, Pemkot Cimahi juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM pengolahan pangan lokal melalui pelatihan dan akses pembiayaan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
"Ini bukan hanya memperkokoh ketahanan pangan, tetapi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami pastikan UMKM mendapat pendampingan yang dibutuhkan," tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan distribusi atau kelangkaan pangan, Pemerintah Kota Cimahi telah menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang disimpan di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Bandung.
Saat ini, total stok cadangan mencapai 73.971,20 kilogram, terdiri atas 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium.
"Stok CPPD kita masih aman tersedia sebanyak itu. Terdiri dari beras medium dan beras premium yang disimpan di gudang Bulog, siap dimanfaatkan jika situasi mengharuskan," tandas Tita.***
Editor : JakaPermana

