Dinkes Kab Bandung Akan Pantau Rumah Warga Terduga Virus Corona Selama 14 Hari
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung melakukan pemantauan terhadap Ai Suryani (55) dan enam orang keluarganya. Warga Desa/Kecamatan Ibun itu diduga terkena virus corona usai melakukan perjalanan dari luar negeri. Pemantauan dilakukan selama 14 hari ke depan untuk memastikan kesehatan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung melakukan pemantauan terhadap Ai Suryani (55) dan enam orang keluarganya. Warga Desa/Kecamatan Ibun itu diduga terkena virus corona usai melakukan perjalanan dari luar negeri. Pemantauan dilakukan selama 14 hari ke depan untuk memastikan kesehatan mereka.
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi P2P Dinkes Kabupaten Bandung Edy Kusno mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan mengenai adanya seorang warga terduga terserang virus corona. Usai mendapatkan laporan itu pengecekan dilakukan bersama pihak Puskesmas setempat serta melaporkan temuan tersebut kepada Dinkes Jabar.
“Rumah pasien akan kami pantau selama 14 hari. Seandainya ada gejala yang sama seperti virus corona, kami akan koordinasikan dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin, selaku rumah sakit yang menangani pasien tersebut. Sedangkan untuk anggota keluarga lainnya, dari hasil investigasi dan wawamcara, kesimpulannya mereka semua sehat tidak ada gejala virus corona," kata Edy di Soreang, Senin (24/2/2020).
Dia mengatakan, Ai dan keluarganya diketahui telah melakukan perjalanan ke Thailand dan Singapura. Mereka baru tiba di Indonesia pada 20 Februari lalu. Pada saat tiba di bandara di Indonesia, alat pendeteksi tidak menunjukan adanya gejala virus corona. Namun setelah tiba di rumah, terduga Ai terserang batuk, pilek dan demam. Kemudian, ia melakukan pengobatan di sebuah klinik dekat rumah.
"Karena pasien ingin lebih jelas soal kondisi kesehatannya, maka ia memeriksakan diri ke RSUD Majalaya. Hasil laboratorium pasien terkena pneumonia atau sesak nafas," ujarnya.
Melihat riwayat perjalanan dan penyakit yang diderita pasien. Meskipun pasien tidak melakukan perjalanan ke Kota Wuhan di Tiongkok tempat asal penyebaran virus corona namun virus berbahaya ini juga ditemukan di Thailand dan Singapura. Sehingga, pihaknya merujuk pasien ke RSHS di Kota Bandung yang memiliki fasilitas lengkap.
Edy melanjutkan, masyarakat yang hendak berpergian ke luar negeri masih tetap diperbolehkan. Namun sebaiknya menghindari beberapa negara yang diketahui terdapat kasus virus corona. Pemerintah Indonesia sendiri, saat ini telah mengeluarkan travel warning ke beberapa negara.
“Sebelum dinyatakan clear oleh WHO sebaiknya ditahan dulu perjalanan ke luar negerinya. Terutama ke negara-negara yang sudah ditemukan adanya virus tersebut," katanya.
Untuk mencegah penyebaran virus corona ini, lanjut Edy, masyarakat harus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu dengan cara mencuci tangan hingga bersih usai melakukan kegiatan. Karena virus corona ini tidak hanya menyerang manusia yang daya tahan tubuhnya lemah saja, tapi bisa menyerang siapa saja.
“Virus corona ini sulit untuk dipahami, maka kita saja yang memahami dengan meningkatkan kebersihan dan kesehatan. Makan dan istirahat yang teratur. Jika ada gejala seperti batuk, pilek dan demam perlu diwaspadai,”ujarnya. (Dani R Nugraha)
Editor : Doni Ramdhani


