INILAH, Bandung- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menginginkan para wisatawan yang datang lebih banyak membelanjakan uang (spending money) dan lebih lama tinggal (length of stay).
Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, meningkatkan kualitas pariwisata di Bandung seperti spending money dan length of stay itu lebih efektif dibandingkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Kedepan kami ingin secara kualitas juga, yang kita inginkan itu spending money dan length of stay, jadi berapa yang sudah di belanjakan wisatawan di kota Bandung, berapa lama mereka tinggal, kita ingin kesana, dibandingkan kuantitas jumlah kunjungan wisatawan," katanya di Bandung, Senin (25/3/2019).
Menurut Kenny, jumlah kunjungan wisatawan ke Bandung mencapai 7,5 juta orang pada tahun 2018. Dia berharap bisa meningkatkan angka tersebut lebih besar 10 persen untuk lima tahun ke depan. Tentu saja, itu harus ditunjang dengan perbaikan kualitas pariwisata di Kota Kembang.
"Rata-rata tahun kemarin, wisatawan menghabiskan uang satu juta di Bandung saat weekend, tapi weekdays belum dihitung, masih PR kita dan coba kerjasama kolaborasi industri pariwisata dengan tingkatkan wisata weekdays," katanya.
Untuk meningkatkan spending money wisatawan di Bandung, pihaknya pun setiap acara wisata tahunan selalu mengkolaborasikan dengan wisata belanja seperti Bandung Great Sale dan Asian African Festival, yang memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi Bandung.
"Kami harapkan dari teman-teman pelaku industri pariwisata kalau ada inovasi atau menyelenggarakan kegiatan wisata weekdays, sama-sama kita kembangkan karena potensinya banyak sekali hanya belum digali dan dikelola optimal," ucap Kenny.
Kenny menambahkan dari 7,5 juta wisatawan yang berkunjung ke Bandung tersebut, wisatawan luar negeri hanya lima persennya yang kebanyakan berasal dari Malaysia dan Singapura.
"Itu merupakan tantangan bagi kami kedepan, selama dua tahun ini kita sudah mencoba berbagai macam upaya, salah satunya membuat jalur wisata di beberapa titik kewilayahan," pungkasnya.