Disdagin Akui Stok Masker di Kota Bandung Kosong

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah membenarkan bahwa Kota Bandung mengalami kekosongan stok masker menyusul pengumuman dua warga Depok positif virus corona. 

Disdagin Akui Stok Masker di Kota Bandung Kosong
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah membenarkan bahwa Kota Bandung mengalami kekosongan stok masker menyusul pengumuman dua warga Depok positif virus corona. 

"Untuk ketersediaan stok masker di Kota Bandung seperti di toko modern, dan apotek memang sudah tidak ada lagi stok. Ini betul sudah kita cek," kata Elly di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Kamis (5/3/2020). 

Namun demikian, dia meminta agar warga Kota Bandung tidak panik. Sebab, warga masih memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan masker. Tetapi itu disebut dia, dengan jumlah yang sangat terbatas yakni hanya dua masker saja. 

"Tetapi perlu kita sampaikan bahwa PT Kimia Farma masih punya stok hingga 200 ribu masker untuk kebutuhan se-Indonesia termasuk untuk Kota Bandung. Per orang hanya mendapat dua masker dengan harga normal Rp 2000," ucapnya. 

Menurut dia, penjualan masker tersebut sudah tersebar di 38 lokasi apotek Kimia Farma di Kota Bandung. Disebut dia, kota berjukuk Paris van Java ini disuplai oleh lima distributor yang empat diantaranya berasal dari luar kota. 

"Kita tidak bisa berbuat banyak dengan tingginya harga masker akibat kelangkaan ini. Tetapi siapa pun itu yang menimbun masker, telah dipastikan sudah melakukan pelanggaran hukum. Seperti di Semarang dan Tangerang yang telah ditindak," ujar dia. (yogo triastopo) 


Editor : Bsafaat