Diskar PB Bandung Tolong 13 Orang Masuk Sumur dan 296 Kasus Hewan

Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung tidak hanya terjun saat terjadi insiden kebakaran saja. Namun, pasukan biru-biru itu juga menangani masalah hewan hingga cincin yang sulit dilepas.

Diskar PB Bandung Tolong 13 Orang Masuk Sumur dan 296 Kasus Hewan
istimewa

INILAH, Bandung - Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung tidak hanya terjun saat terjadi insiden kebakaran saja. Namun, pasukan biru-biru itu juga menangani masalah hewan hingga cincin yang sulit dilepas.

Sepanjang 2019 lalu, Diskar PB Kota Bandung berhasil menangani 13 kejadian orang yang masuk ke sumur. Plus, 4 kali melakukan upaya pencarian orang tenggelam dan 16 kali menangani cincin yang sulit terlepas dari jari.

“Selain itu, sekali kita pernah menangani kaki anak terjepit, satu kasus tangan anak nancap di pagar besi. Kita juga sekali menangani orang tersengat listrik, lalu ada yang terjebak di bangunan ambruk dan juga sekali mengurus anak yang terkunci di ruangan,” kata Kepala Diskar PB Kota Bandung Dadang Iriana, Selasa (7/1/2020).

Dia mengungkapkan, Diskar PB Kota Bandung juga bukan hanya menangani masalah manusia saja. Justru dalam setahun ini, ada 296 kali kasus yang ditangani petugas yakni mengurusi masalah hewan. Laporan paling banyak yakni penanganan sarang tawon hingga 189 kali. Kemudian mengatasi masalah kucing sebanyak 50 kali, kasus ular berkeliaran di tengah masyarakat sebanyak 42 kasus.

“Ada laporan penanganan biyawak dua kali, sekali mengatasi masalah burung. Lalu ada juga penanganan bunglon dan kukang," ucapnya.

Dadang menambahkan, pihaknya pun menerima lima laporan untuk menangani masalah musang. Jumlah yang sama juga dilakukan penananganan kera di tengah permukiman warga.

Kasus lainnya, Diskar PB Kota Bandung ikut terlibat menangani sembilan kali kecelakaan lalu intas, lalu 11 laporan pohon tumbang. Sebanyak 4 kali longsor juga turut di tangani petugas dan terjun di sekali banjir besar.

“Petugas kita juga menangani kabel melintang, kanopi roboh, gerbang terkunci, sampai penanganan drone,” ujar dia.

Dengan banyaknya laporan masalah warga Kota Bandung yang semakin beragam ini, pada 2020 nanti Dsikar PB Kota Bandung akan semakin fokus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Hal yang paling mendasar ini SDM. Kalau sarana dan prasarana bisa diakali, tapi kalau SDM ini kemampuannya yang harus kita tingkatkan. Kalau SDM sudah semakin profesional itu kita semakin mampu,” ucapnya.

Masih menurut dia, peningkatan kemampuan para petugas Diskar PB Kota Bandung ini bukan hanya untuk menangani laporan warga saja. Namun, guna memaksimalkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Penyuluhan kemudian simulasi. Karena kami tidak hanya pemadaman, ada juga penyelamatan. Ini kan macem-macem,” tandas dia. (Yogo Triastopo) 


Editor : Doni Ramdhani