Diskumkm Jabar: Kuasai Teknologi dan Jadilah Wirausahawan
INILAH, Bandung – Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim menghadiri Muswil ADBSI Korwil Jabar. Di mana?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim menghadiri Muswil ADBSI Korwil Jabar. Di mana?
Tepatnya, di Balai Latihan Koperasi Balatkop dan UKM Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (22/2).
Masa depan kita adalah masa depan yang berbasis internet, ekonomi kreatif. Banyak pekerjaan yang ditangani oleh robot, memilih pekerjaan semakin selektif dan harus ditunjang keahlian khusus, serta persaingan semakin ketat. Oleh sebab itu, berwirausaha adalah pilihan ke depan.
“Nah wirausaha ini juga harus melihat atau memperhitungkan lingkungan kehidupan kita sangat dipengaruhi perkembangan ICT (teknologi informasi komunikasi),” kata Dudi saat bertemu INILAH setelah membuka dan memberi sambutan acara muswil.
Dia menjelaskan, tidak ada pilihan lain sumber daya manusia (SDM) kita harus melek ICT, memanfaatkan ICT untuk produktif, untuk marketing, untuk jualan, untuk transaksi. Karena, UMKM akan melawan raksasa-raksasa usaha yang sudah ada sebagai pesaingnya.
Di samping wirausahawan harus melek ICT, mereka juga harus bersatu dan bekerja sama. Dasarnya, meyakini masa depan UMKM di Indonesia adalah dengan koperasi.
Jadi, mereka terhimpun dalam satu koperasi untuk bertahan melawan raksasa usaha. Gak mungkin UMKM berkompetensi tanpa bersatu. Mereka harus bentuk koperasi-koperasi yang modern, koperasi digital yang berbasis anggota.
Berkenan dengan ADBSI adalah Asosiasi Business Development Services Indonesia sebagai pendamping besertifikat yang wajib mendampingi perintis pelaku usaha. Jadi mereka bisa benar-benar menularkan pengalamannya kepada orang yang didampingi.
Pendampingan itu harus mengawal sampai orang yang didampingi bisa mandiri. Mereka harus membantu program-program pemerintah. Misalnya, program Gubernur Jawa Barat: 1 Pesantren 1 Produk, 1 village 1 company.
Nah itu basisnya sampai ke tingkat desa dan pesantren. Itu yang paling penting, menciptakan wirausaha baru itu tidak cukup dengan pelatihan saja. Mereka juga harus ada pendampingan, pendampingan inilah yang mahal dan berharga.
Dengan model ini, pemerintah berkolaborasi dengan mereka (ADBSI) karena pendamping juga sebagai pelaku bisnis bukan instruktur saja. Kemudian bekerja sama juga dengan pihak terkait, misalnya dari Hipmi, sebagai mentornya.
Negara yang maju adalah negara yang kolaborasinya dengan ABCGM berhasil. Mereka adalah akademisi, bisnis, comunity, government, dan media (ABCGM).
Harapan Dudi, sekarang sudah dalam zaman informasi, jadi tidak ada poin lagi selain menghadapinya dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi. Lakukan wirausaha ini dengan kerja sama ke dalam koperasi.
Musyawarah Wilayah ABDSI Jabar dihadiri oleh 16 dari 27 perwakilan kabupaten/kota. Acara ini diisi dengan laporan pengurus ABDSI Korwil Jabar periode 2015-2018 yang disampaikan oleh Hendang Setyo Rukmi. Selanjutnya, dilakukan pemilihan ketua ABDSI Korwil Jabar dengan calon Siti Nur Maftuhah dan Saiful Bachri Dzamiel.
Dalam pemilihan disepakati secara mufakat sebagai Ketua ABDSI Korwil Jabar periode 2019-2022 adalah Siti Nur Maftuhah. Setelah terpilih, Teh Meta –panggilan akrab Siti Nur Maftuhah—menyampaikan programnya ke depan, antara lain peningkatan kualitas pendamping UMKM, capaian jumlah UMKM naik kelas; pendampingan usaha di pedesaan, dan mendorong produk berkualitas ekspor.
Editor : inilahkoran

