Disnaker Kabupaten Bandung Tiru Kerja Sama Disnakertrans Garut dengan Kanuma Jepang Terkait Penempatan Tenaga Kerja

Disnaker Kabupaten Bandung melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Garut, Jumat 1 September 2023.

Disnaker Kabupaten Bandung Tiru Kerja Sama Disnakertrans Garut dengan Kanuma Jepang Terkait Penempatan Tenaga Kerja
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Rukmana mengatakan, pihaknya tertarik dengan program pelatihan terintegrasi langsung dengan penempatan tenaga kerja ke Jepang yang dilakukan Disnakertrans Kabupaten Garut. (zainulmukhtar)

INILAHKORAN, Garut - Disnaker Kabupaten Bandung melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Garut, Jumat 1 September 2023.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Rukmana mengatakan, pihaknya tertarik dengan program pelatihan terintegrasi langsung dengan penempatan tenaga kerja ke Jepang yang dilakukan Disnakertrans Garut.

Menurutnya, program pelatihan Bahasa Jepang di BLK Garut lebih maju dibandingkan Kabupaten Bandung. Terutama dalam penempatan tenaga kerja ke Jepang. Khusus hal itu, Disnakertrans Garut telah menjalin kerja sama dengan Kota Kanuma di Jepang.

Berbeda dengan BLK Kabupaten Bandung yang baru sebatas memberikan program pelatihan, BLK Kabupaten Garut telah mengintegrasikan pelatihan dengan penempatan tenaga kerja. Padahal BLK Kabupaten Bandung memiliki lahan lebih luas daripada BLK Garut. Luas BLK Bandung mencapai sekitar 6,5 hektare.

"Kita sih di Kabupaten Bandung ikut juga berkontribusi dalam APBD tapi hanya sekadar pelatihan doang. Tapi BLK (Garut) ini bukan hanya sekedar pelatihan. Udah itu diuruskan dalam konteks penempatan, karena Kabupaten Garut ini ternyata sudah kerjasama dengan Sister City antara Kabupaten Garut dengan (Kota) Kanuma. Jadi, selangkah lebih maju lah," tutur Rukmana.

Untuk itu, melalui kunjungannya tersebut pihaknya berharap bisa mereplikasi program BLK Garut untuk meningkatkan pengiriman tenaga kerja dari Kabupaten Bandung ke Jepang.

Sementara, Kepala Disnakertrans Garut Erna Sugiarti mengatakan beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat tertarik dengan program penempatan kerja ke luar negeri yang ditawarkan Garut. Termasuk Kota Bekasi yang telah memasukkan program serupa dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk Tahun 2024.

Erna menyebutkan program dijalankan BLK Garut bertujuan memfasilitasi masyarakat kurang mampu yang memiliki keinginan bekerja di luar negeri, terutama ke Jepang.
Hal itu dilakukan  dengan memberikan pelatihan bahasa Jepang dan kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaan dibutuhkan di Jepang.

Dengan demikian, mereka yang terkendala biaya besar untuk bekerja di luar negeri bisa terbantu. Apalagi berangkat kerja ke luar negeri secara mandiri, khususnya ke Jepang, membutuhkan biaya cukup besar, bisa mencapai sekitar Rp30-40juta.

Erna menambahkan, kini program BLK Garut telah berubah dari semula pemagangan menjadi bekerja sesuai dengan keahlian atau special skill worker. Para tenaga kerja dituntut memiliki kompetensi khusus di bidang tertentu, semisal pertanian.

Erna berharap, ke depan, anggaran untuk program BLK Garut dapat diperkuat lagi. Sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat mendapatkan manfaat dari programnya dan memiliki peluang untuk bekerja di luar negeri.

"Kita ada 42 kecamatan. Baru mampu satu orang satu kecamatan," imbuhnya.*** (zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani