Disparbud Jabar Dorong Kota/Kabupaten Pertahankan Kearifan Lokal, Dongkrak Pariwisata
Disparbud Jabar mendorong pemerintah kota/kabupaten, untuk mempertahankan kearifan lokal guna mendongkrak sektor pariwisata.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar mendorong pemerintah kota/kabupaten, untuk mempertahankan kearifan lokal guna mendongkrak sektor pariwisata.
Benny menjelaskan, saat ini wisatawan mancanegara tengah menggandrungi tiga kategori wisata. Adventure tourism atau wisata petualangan, comfortable tourism dan vibrant tourism.
Adventure tourism kata Benny, malah menjadi minat wisatawan premium yang siap membayar berapapun demi memenuhi kebutuhan adrenalin mereka.
"Mereka mencari alam yang masih murni. Sehingga kami hari ini berupaya keras memberikan pembinaan, pemahaman kepada kabupaten/kota, bukan berarti membangun desa wisata. Tapi mempertahankan kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisatawan," ujarnya di Gedung Sate, Kota Bandung belum lama ini.
Terlebih saat ini sambung Benny, Bali telah over tourism. Situasi ini kata dia, dapat menjadi peluang bagi Jawa Barat untuk menggiring wisatawan mancanegara beralih, lantaran Bali telah padat.
Caranya kata dia, adalah dengan menyesuaikan apa yang memang tengah diminati saat ini. Kuliner, event, budaya dan wisata alam.
"Ini yang coba kita gali terus, supaya destinasi wisata Jawa Barat bisa menjadi daya tarik tersendiri," ucapnya.
Benny melanjutkan, wisatawan mancanegara dari ASEAN yang meliputi negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja masih menjadi target utama pasar pariwisata Jawa Barat.
"Kita tidak usah muluk-muluk berbicara global. ASEAN saja terlebih dahulu, kalau kita bisa. Ini akan luar biasa," imbuhnya.
Guna merealisasikannya, sejumlah upaya promosi kata Benny telah dilakukan. Salah satunya dengan fun trip, mengajak pelaku usaha sektor usaha pariwisata untuk menjajal sejumlah destinasi wisata.
"Itu merupakan salah satu bagian kita untuk mengupayakan (promosi) wisatawan mancanegara untuk masuk ke Jawa Barat," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

