Disperindag Jabar Antisipasi Penimbunan Bapokting
Disperindag Jabar mengkhawatirkan adanya aksi penimbunan Bapokting imbas dari kenaikan harga dolar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah bersiap mengantisipasi krisis yang bisa kapan saja terjadi, imbas geopolitik global dan pelemahan nilai rupiah terhadap dolar.
Mengingat tidak sedikit komoditas bahan pokok penting (Bapokting), yang masih bergantung pada impor, sehingga memengaruhi stabilitas harga.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Nining Yuliastiani mengatakan, ada kekhawatiran dengan potensi kenaikan harga secara terus-menerus dapat dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penimbunan.
Meski sejatinya ketersediaan Bapokting, khususnya di Jawa Barat diakuinya relatif aman.
"Jadi barang langka. Kemudian kedepannya kenaikan harga terjadi. Nah pengawasan yang kami lakukan ini tidak saja ke pedagang-pedagang yang ada di pasar, tapi juga ke distributor dan juga importir yang berkaitan dengan barang-barang impor yang kita perlukan," ujar Nining saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Kamis (11/6/2026).
Selain pengawasan, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait juga dilakukan secara intens, supaya bisa gerak cepat mengintervensi bila terjadi kelangkaan atau gejolak harga.
"Misalnya kalau ini berkaitan dengan perlu insentif dari pemerintah pusat, berkaitan barang impor yang mahal dan perlu ada relaksasi terhadap bea masuk, nah ini kami berkomunikasi dengan pemerintah pusat," ucapnya.
Tidak hanya itu, pemerataan pasokan Bapokting ke kabupaten/kota juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok terjaga.
"Dan yang kami juga upayakan terus adalah melakukan operasi pasar murah atau gelar pangan murah, kerja sama dengan Bulog, ID Food, dan juga lembaga-lembaga lain yang bisa memberikan stabilitasi pada daerah-daerah yang mengalami kenaikan signifikan," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

