Pemprov Jabar Waspadai Potensi Penimbunan Bahan Pokok Oleh Oknum Jelang Ramadan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di pasar, guna mengantisipasi terjadinya penimbunan barang kebutuhan pokok (bapok) jelang Ramadan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di pasar, guna mengantisipasi terjadinya penimbunan barang kebutuhan pokok (bapok) jelang ramadan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengatakan, pasar tradisional dan modern seharusnya menjadi pusat pengendalian harga, dan membuat masyarakat tidak cemas, bukan menjadi persaingan.
"Akhirnya menimbulkan kepanikan akhirnya membuat orang menyimpan. Kalau biasa saja, semua tersedia itu tidak ada peluang orang untuk menahan barang jualan," ujar Noneng baru-baru ini.
Noneng meminta, agar para pedagang di pasar, menjelang bulan suci Ramadan tidak menahan komoditas kebutuhan pokok tertentu, sehingga akhirnya menimbun dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih mahal.
"Biasanya yang menyimpan, yang mulai panik. Masyarakat kita belanja bisa santai karena stok tersedia, pasar meyakinkan, aman segala sesuatu ada. Itu membuat orang tidak panik. Tidak membuat orang usaha melakukan penimbunan," paparnya.
Dalam Ramadan kata dia, nantinya akan ada tim kasus untuk memantau pasar agar tidak terjadi penimbunan dan permainan harga.
Noneng memastikan, tim ini akan melaporkan dan menindak bersama jajaran aparat penegak hukum (APH) jika terdapat kecurangan tersebut.
"Tapi kami ada perangkat khusus untuk melakukan pengawasan. Jadi kita seluruh Indag untuk Bapok punya kewenangan melakukan pengawasan," kata dia.
Sementara sebelumnya Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan, berdasarkan laporan terbaru, kondisi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar dalam kondisi stabil. Ia mengatakan, tidak ada kenaikan signifikan jelang ramadan ini, dan stok pangan juga dalam kondisi aman.
"Menjelang bulan Ramadan. Iya, kita jaga stoknya. Tapi sampai sekarang kemarin (dan) saya cek ke DKPP ini masih stabil harga-harganya," ucap Bey.
Meski demikian, Bey memastikan, perangkat daerah akan melakukan antisipasi terjadinya kelangkaan kebutuhan pokok dengan menjaga stok yang sudah ada.
"Menjaga stok semuanya, ya. Nanti akan dikoordinasikan," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

