DLH Bogor Bagikan Bak Motor Sampah ke Desa - desa dan Bentuk Bank Sampah
Komitmen Pemkab Bogor untuk menciptakan wilayah yang bebas sampah mulai dari bawah atau wilayah pedesaan, perlahan mulai direalisasikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Komitmen Pemkab Bogor untuk menciptakan wilayah yang bebas sampah mulai dari bawah atau wilayah pedesaan, perlahan mulai direalisasikan.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) , mereka menyebar bantuan bak motor roda tiga untuk mengangkut sampah ke masing-masing desa di bumi tegar beriman.
Bantuan bak motor sampah ini, diharapkan mampu atau membantu masyarakat atau pemerintah di desa menanggulangi timbunan sampah.
"Sampah pasti menjadi salah satu persoalan di semua kabupaten dan kota, kami di bawah mencoba menanggulangi persoalan sampah mulai dari desa. Sehingga sampah di TPA bisa tereduksi dengan diawali pengolahan dari bawah. Untuk mewujudkan itu, Pemkab Bogor hibahkan Baktor sampah ke desa-desa di 40 Kecamatan se Kabupaten Bogor," kata Kepala Bidang Pengolahan Persampahan DLH Kabupaten Bogor Agus Budi kepada wartawan, Minggu, 28 Desember 2025.
Agus Budi menerangkan, selain menghibahkan bantuan bak motor sampah, DLH juga memberikan bantuan lainnya untuk menunjang kebutuhan pengolahan sampah di desa.
Selain itu, agar Sumber Daya Manusia yang mengelola sampah juga memahami ada nilai lebih, DLH Kabupaten memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis dalam pengelolaan sampah.
"Jika dikelola dengan baik, mulai dari pengambilan, pemilahan dan pengolahan sampah, tentu sampah bisa membawa keuntungan bagi si pengelola. Sebab itu kami lakukan penyuluhan dan bimtek. Selain itu, kami juga akan membentuk Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT, RW serta desa (Kelurahan) dan Bank Sampah Induk (BSI) di tingkat Kecamatan. Sehingga tercipta kolaborasi yang baik dan saling menguntungkan antar masyarakat dan pemerintah," terang Agus Budi.
Jika kolaborasi pengolahan sampah dari hulu ke hilir berjalan, Agus Budi mengatakan beban timbunan sampah Kabupaten Bogor seberat 2.880 Ton perhari bisa terminimalisir dan tidak semuanya harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang.
Sebab, ia menjelaskan bahwa TPA Galuga, Cibungbulang yang ada saat ini bisa dibilang sudah over capacity.
Selain itu, jumlah kendaraan truk pengangkut sampah juga tidak akan lagi mengalami overload saat mengangkut sampah.
"Ke depan, Kabupaten dan Kota Bogor mendapatkan prioritas untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga, Cibungbulang. DLH juga berkolaborasi dengan produsen semen untuk membuat RDF. Jadi sampah yang sudah terpilah di tingkat desa, tinggal kami teruskan untuk berbagai program energi baru terbarukan itu. Terpenting saat ini kami pun mengapresiasi inisiatif Pemdes dan masyarakat desa mau mengelola sampah di tingkat bawah," tukasnya.***
Editor : JakaPermana


