Kepala DLH Bogor Berharap TPPAS Lulut-Nambo Resmi Dioperasionalkan, Ini Alasannya !
Karena kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga sudah overload, Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro mengaku terus mendorong agar Tempat Pengelolan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo segera diresmikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Karena kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga sudah overload, Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro mengaku terus mendorong agar Tempat Pengelolan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo segera diresmikan.
Raden Soebiantoro pun berharap, syarat-syarat perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa dilengkapi oleh Pemprov Jawa Barat.
"Semoga syarat-syarat perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa dilengkapi oleh Pemprov Jawa Barat, lalu TPPAS Lulut-Nambo diresmikam dan dioperasionalkan," kata Raden Soebiantoro kepada wartawan, Rabu, 31 Januari 2024.
Ia menerangkan bahwa perhari jumlah sampah di Bumi Tegar Beriman perharinya bisa mencapai 2.800 ton dam maksimal yang busa terangkut dan terbuang di TPA Galuga hanya sekitar 800 ton.
"TPA Galuga sudah tidak sanggup kalau terus-menerus menampung sampah, pengoperasionalan TPPAS Lulut-Nambo merupakan sebuah keharusan," terangnya.
Bibin sapaan akrabnya ada pengurangan nilai ritase sampah pertonnya yang sebeluknya sudah ditetapkan oleh DLH maupun Pemprov Jawa Barat.
Apalagi, dari puluhan hektare luas TPPAS Lulut-Nambo baik di Kecamatan Citeureup maupun Kecamatan Klapanunggal, 15 hektare diantaranya merupakan lahan milik Pemkab Bogor.
Apalagi,
"Kami harapkan Pemprov Jawa Barat mengurangi nilai ritase sampah pertonnya, dan saat ini kami bersama Pemkot Tanggerang Selatan sudah mulai uji coba mengelola dan memroses sampah di TPPAS Lulut-Nambo dengan jumlah 20 ton perhari," tukas Raden Soebiantoro. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

