Aksi Cimahi Menari Diminati, Disbudparpora Kota Cimahi Bakal Rutin Helat Event Serupa
Tingginya minat masyarakat menghadiri event Cimahi Menari bakal menjadi modal Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi melakukan pembinaan terhadap pelaku seni dan budaya yang ada di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Tingginya minat masyarakat menghadiri event Cimahi Menari bakal menjadi modal Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi melakukan pembinaan terhadap pelaku seni dan budaya yang ada di wilayahnya.
Tak hanya itu, Disbudparpora Kota Cimahi juga bakal secara rutin menghelat berbagai event seni dan budaya, seperti Cimahi Menari sebagai solusi minimnya destinasi wisata yang ada di Cimahi.
"Sebagai dinas yang memang bermitra dengan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) yang membidangi semua budaya tentu bakal konsisten menghelat event-event seni dan budaya," kata Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Achmad Nuryana di sela kegiatan Cimahi Menari, Minggu 28 April 2024.
Selain pembinaan, sebut Achmad, pihaknya pun berharap bisa terus meningkatkan kualitas dari seni pertunjukan seperti Cimahi Menari ini.
"Kita lihat betapa antusias masyarakat dan kita lihat ini memberikan motivasi kepada para seniman dan budayawan. Khususnya yang ada di Kota Cimahi untuk meningkatkan lagi kualitas seni pertunjukkan," sebutnya.
"Karena seni pertunjukkan ini merupakan salah satu Ekonomi Kreatif (Ekraf) juga," imbuhnya.
Menurutnya, dengan tingginya antusiasme masyarakat pada event Cimahi Menari ini disebut-sebut bakal berdampak pula terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Selain itu, tahun ini ada puluhan event yang bakal digelar di Cimahi. Mudah-mudahan eventnya bisa skala nasional, sehingga bisa dikenal daerah lain. Ditunggu aja," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Disbudparpora Cimahi, Nina Julita menambahkan, pihaknya sudah memiliki panduan dari kementerian untuk mengedepankan seni, budaya dan pariwisata agar Pemkot Cimahi melibatkan komunitas dan masyarakat dalam perhelatan event-event seperti ini.
"Seperti sanggar-sanggar seni itu kan kebanyakan anak muda baik SD, SMP, SMA mau tidak mau kami harus mengembangkan potensi mereka lantaran mereka cukup pasif terhadap seni dan budaya," ujarnya.
Nina menilai, dengan event-event seperti ini anak-anak muda bakal terinspirasi dan tertarik untuk berpartisipasi. Termasuk, anak-anak yang ada di sanggar-sanggar yang sudah pihaknya berikan fasilitas.
"Mudah-mudahan itu bisa membuat masyarakat Cimahi peduli terhadap kesenian dan kebudayaannya," ucapnya.
Nina menyebut, Cimahi Menari merupakan event akbar yang kali pertama dilaksanakan di Cimahi. Bahkan, di kabupaten/kota lain pun belum ada.
"Kalau pun ada, event yang mereka adakan itu hanya berdasarkan rekor muri, atau sekian ratus orang menari," imbuhnya.
Sebelumnya, sambung Nina, pihaknya hanya menargetkan 1.000 penari. Namun, dalam konteks ini pihaknya ingin memperlihatkan sebanyak 23 seni tari dari 23 provinsi ada di Cimahi.
"Kemarin kita canangkan 23 provinsi bisa menari di Cimahi, dan alhamdulillah ternyata antusias dari teman-teman yang lain bisa memantik semangat sanggar-sanggar lainnya, sehingga lebih dari 1.000 peserta ikut partisipasi hari ini," paparnya.
"Di Cimahi sendiri ada 43 sanggar tari, tapi memang ada beberapa yang berkolaborasi antara sanggar satu dengan yang lainnya," ucapnya.
Kendati tidak didaftarkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), kata Nina, namun pihak MURI sendiri memberikan apresiasi kepada Disbudparpora Kota Cimahi.
"Memang kami tidak mendaftarkan untuk muri saya juga kaget ternyata ada MURI di sini," bebernya.
Terkait penilaian MURI terhadap event Cimahi Menari ini, sambung Nina, dikembalikan kepada standar yang mereka berikan.
"Kriterianya itu antusiasme teman-teman seniman atau pun komunitas tari itu memberikan apresiasi buat OPD. Inikan OPD yang biasanya tidak bisa menari, jadi tergeraklah untuk menari," ujarnya.
"Alhamdulillah ternyata gaya mereka yang hanya berlatih dua minggu bisa se-profesional penari yang lainnya," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


