Melalui Event Cimahi Menari Dua Pelajar Asal Cimahi Ingin Lestarikan dan Kembangkan Seni Tari di Kota Tentara
Event Cimahi Menari yang diinisiasi Pemkot Cimahi tidak saja menjadi momen untuk memperkenalkan seni tari dengan julukan Kota Tentara itu, melainkan untuk menampilkan bibit-bibit penari muda berbakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Event Cimahi Menari yang diinisiasi Pemkot Cimahi tidak saja menjadi momen untuk memperkenalkan seni tari dengan julukan Kota Tentara itu, melainkan untuk menampilkan bibit-bibit penari muda berbakat.
Salah satunya Khumaira Qiza Rifiyanto yang mengikuti event Cimahi Menari. Siswi MTs Negeri 1 Cimahi ini merupakan seniman tari muda berprestasi yang masih belum dilirik Pemkot Cimahi. Padahal, remaja berusia 14 tahun ini pernah menjadi juara tiga seni tari tingkat Kota Cimahi.
Berbekal semangat untuk melestarikan budaya yang ada di Cimahi, Khumaira juga bertekad mengembangkan potensi budaya yang ada di Kota Tentara melalui event Cimahi Menari.
"Alhamdulillah senang bisa ikut partisipasi di event Cimahi Menari ini. Selain itu, saya juga dapat banyak teman juga yang sesama pecinta seni tari," kata remaja yang masih duduk di bangku kelas 8 MTs Negeri 1 Cimahi ini.
Khumaira mengaku, dirinya mendapatkan informasi event Cimahi Menari ini dari temannya. Tak berpikir lama, dirinya pun ingin ikut berpartisipasi dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan potensi seni dan budaya yang ada di Cimahi.
Ke depan, sambung Khumaira, dirinya pun ingin kembali terjun dalam berbagai perlombaan dan event seni tari untuk menambah pengalaman.
"Kalau saya fokus di seni tari jaipong yang sudah digeluti sejak kecil," ucapnya saat ditemui usai kegiatan Cimahi Menari, Minggu 28 April 2024.
Tak sendiri, Khumaira pun didampingi sang ibu, Inggi Riani (33) sebagai bentuk dukungan untuk mengembangkan bakat seni tari sang anak melalui event Cimahi Menari.
"Dalam event Cimahi ini kan banyak banget tarian nusantara yang dipertunjukkan. Nah ini bisa jadi bahan untuk mereka menambah ilmu juga," ungkap Inggi.
Inggi menyebut, dirinya sengaja melatih seni tari pada anaknya sejak usia 10 tahun dengan memasukkan Khumaira ke Sanggar Tari D'Akusara.
"Sengaja untuk meneruskan cita-cita saya yang belum terlaksana. Untuk prestasi alhamdulillah lumayan, karena dari kecil udah sering ikut lomba dan juara juga, harapan tiga pernah juga," sebutnya.
Tak hanya itu, menurutnya potensi seni dan budaya, khususnya yang ada di Kota Cimahi cukup bagus. Bahkan, di Cimahi sendiri sudah banyak sanggar-sanggar tari yang berdiri.
"Dengan even ini diharapkan makin banyak anak muda yang mencintai budayanya sendiri. Terutama, anak-anak kecilnya," ucapnya.
"Karena tantangan terbesar sekarang anak-anak adalah gadget. Jadi itu yang bikin anak-anak susah buat belajar seni dan budaya, apalagi menari," tandasnya.
Sementara itu, peserta Cimahi Menari lainnya, Najlan (12) mengaku tertarik dengan event ini lantaran banyak-banyak tarian-tarian nusantara yang dipertunjukkan.
"Saya tahu kegiatan ini dari ibu, tertarik ikut event ini karena banyak tarian karena senang. Paling senang sih tari Bali karena sejak kecil sudah belajar tari Bali," ucap siswi SMPN 2 Cimahi ini.
Dengan adanya event Cimahi Menari ini, Najlan berharap bisa mengetahui banyak tarian dari daerah di Indonesia dan memiliki banyak teman serta menambah ilmu.
"Untuk kostum sekarang kita pakai pakaian adat dari Padang, kita ada empat personel dari sanggar dengan waktu latihan hampir dua minggu," pungkasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


