DLH Kota Bandung : Asia Afrika Festival 2025 Hasilkan 21 Meter Kubik Sampah

Perayaan Asia Afrika Festival 2025 di Kota Bandung menyisakan cerita tak hanya soal kemeriahan budaya, tapi juga tantangan dalam menjaga kebersihan kota. Selama dua hari pelaksanaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat total volume sampah yang dihasilkan mencapai 21 meter kubik.

DLH Kota Bandung : Asia Afrika Festival 2025 Hasilkan 21 Meter Kubik Sampah
Kepala DLH Kota Bandung, Darto

INILAHKORAN, Bandung - Perayaan Asia Afrika Festival 2025 di kota bandung menyisakan cerita tak hanya soal kemeriahan budaya, tapi juga tantangan dalam menjaga kebersihan kota. Selama dua hari pelaksanaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota bandung mencatat total volume sampah yang dihasilkan mencapai 21 meter kubik.

Festival tahunan yang digelar di kawasan Jalan Asia Afrika, Braga Pendek dan Alun-Alun kota bandung itu menyedot ribuan pengunjung. Namun, tingginya antusiasme masyarakat juga berbanding lurus dengan peningkatan jumlah sampah di pusat kota.

Kepala DLH kota bandung, Darto menjelaskan, pihaknya telah menurunkan ratusan petugas kebersihan serta armada kendaraan untuk memastikan sampah tidak menumpuk selama acara berlangsung.

"Asia Afrika Festival memang menjadi salah satu event besar yang rutin kami antisipasi dari sisi kebersihan. Untuk tahun ini, kami mengerahkan cukup banyak personel. Terutama di kawasan Braga Pendek dan Alun-Alun Bandung yang menjadi titik keramaian utama," kata Darto, Senin 20 Oktober 2025.

Ia merinci, pada hari pertama di kawasan Braga Pendek. DLH kota bandung menurunkan 40 petugas kebersihan, satu unit pickup dan dua motor triseda. Volume sampah yang terkumpul mencapai lima meter kubik. Di hari kedua, 30 petugas dikerahkan dengan dukungan satu pickup dan satu motor triseda menghasilkan sampah sebanyak tujuh meter kubik.

"Di hari kedua, meskipun jumlah petugas kami kurangi. Ternyata volume sampah justru meningkat. Ini menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat dan pedagang juga semakin ramai," ucapnya.

Sementara itu, di kawasan Alun-Alun Bandung pihaknya menurunkan 30 petugas pada hari pertama, didukung satu truk, satu pickup dan dua motor sampah. sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai enam meter kubik. Di hari kedua, 22 petugas kembali diterjunkan bersama satu kompaktor, satu pickup dan dua motor sampah, menghasilkan 3 meter kubik sampah.

"Jenis sampah paling dominan adalah sampah plastik dan kertas, terutama dari kemasan makanan dan minuman. Kami juga menemukan sisa makanan, tapi tidak terlalu banyak karena jenisnya organik dan cepat terurai," ujar dia.

Meski terjadi peningkatan volume sampah dibanding hari biasa, Darto menilai situasi tersebut masih terkendali. Seluruh aktivitas pembersihan dilakukan hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.

"Alhamdulillah, tidak ada laporan tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Seluruh area dibersihkan secara berkala, dan armada pengangkut kami cukup sigap untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan sementara," tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama saat menghadiri acara publik berskala besar.

"Kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat. Buanglah sampah di tempatnya, karena petugas kami bukan satu-satunya yang bertanggung jawab. Kesadaran bersama adalah kunci agar Bandung tetap bersih, asri, dan nyaman untuk semua," tandas dia.


Editor : Ahmad Sayuti