Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 3 Tahun, Korban Dilaporkan Hilang
Seorang dokter di Bandung diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandung berusia tiga tahun. Korban dilaporkan hilang sejak 28 September 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Seorang dokter di Kota Bandung diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang baru berusia tiga tahun. Korban berinisial C dilaporkan mengalami luka robekan pada organ intim dan terinfeksi gonore berdasarkan keterangan tim kuasa hukum.
Kuasa hukum korban dari Jabar Bantuan Hukum (JBH), Debi Agusfriansa Rahayu, mengatakan dugaan kekerasan seksual tersebut pertama kali diketahui ibu korban, MS, pada 13 Desember 2025.
Saat itu, MS melihat anaknya memperagakan gerakan yang tidak sesuai dengan usianya. Ketika ditanya, korban mengaku melihatnya melalui telepon genggam sang ayah.
Beberapa hari kemudian, korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil. MS kemudian memeriksa anaknya dan menemukan lebam di area sensitif sebelum membawanya ke dokter untuk pemeriksaan medis.
Menurut Debi, hasil pemeriksaan dan visum menunjukkan adanya luka robekan pada organ intim korban serta infeksi gonore. Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban, terduga pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut di rumah maupun hotel dengan iming-iming hadiah mainan.
Memasuki pertengahan 2026, MS mengajukan gugatan cerai hingga keduanya resmi berpisah. Namun, persoalan kembali muncul ketika terduga pelaku diduga membawa C pada 28 September 2026. Hingga kini, keberadaan balita tersebut belum diketahui.
Pada tanggal yang sama, MS melaporkan dugaan kekerasan seksual tersebut ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.
“Pada tanggal yang sama saat anak dibawa kabur, yaitu 28 September 2026, ibu korban resmi melaporkan peristiwa kekerasan seksual ini ke Direktorat PPA Polda Jabar,” kata Debi, Selasa (20/10/2026).
Terduga pelaku diketahui memiliki klinik mandiri di dekat kediamannya di Kota Bandung dan disebut berafiliasi dengan salah satu rumah sakit swasta besar di kota tersebut.
Editor : Ahmad Sayuti
